Foto: Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa, Olga Sajow Singkoh
PNS di Minahasa Diajarkan Seksologi
Tondano, ME
Tim peggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Minahasa gencar melaksanakan seminar Biblicomedic Sexology. Kegiatan ini adalah lanjutan kegiatan serupa yang dimulai 2016 silam.
Ketua Tim Penggerah PKK Kabupaten Minahasa, Dr Olga Sajow Singko saat diwawancarai manadoexpress.co, mengatakan Biblicomedic Sexoligy atau kegiatan seks dalam tinjauan Alkitab dan kesehatan ini dirasa sangat penting untuk diketahui semua anggota PKK didaerah ini.
"Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman sekaligus panduan pada anggota PKK di Minahasa tentang membangun keharmonisan keluarga. Materi ini penting agar keluarga tetap utuh dan berjalan berlandaskan Alkitab dan sisi kesehatan yang benar," ujarnya.
Olga menuturkan kegiatan seminar seperti ini telah dilakukan sebanyak lima kali pada 2016 silam. Pemateri dalam seminar tersebut adalah Dr Andik Wijaya yang ahli dalam bidang tersebut.
"Tahun ini kami berencana melaksanakan seminar Biblicomedic Sexology sebanyak lima kali. Kegiatan pertama direncanakan dilaksanakan Februari mendatang," ujarnya.
Olga yang adalah isteri Bupati Minahasa, Jantje W Sajow ini menuturkan sasaran utama kegiatan ini adalah keluarga pejabat di Minahasa. Keharmonisan keluarga menjadi modal penting dalam kualitas hidup semua anggota keluarga. Jika suasana keluarga harmonis maka suami, isteri, dan anak-anak bisa fokus melaksanakan tugas dan aktifitas masing-masing.
Sebanyak 200 guru di Minahasa ikut pelatihan biblicomedis sexology. Pelatihan tersebut dibuka oleh Arody Tangkere Kepala Disdik Minahasa. Pada kesempatan tersebut Tangkere menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digelar oleh Dinas PMD, namun dipercayakan Pemkab Minahasa untuk buka.
"Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk membina karakter anak-anak, sehingga para kepala sekolah dan guru wajib hadir," jelasnya.
Ia berharap agar mereka bisa diaplikasikan dan diterapkan terhadap anak didik, serta bisa menjadi acuan untuk mendidik anak sejak dini, juga kepada masyarakat.
"Supaya nanti masa depan anak muda bisa tercapai dan tidak terjerumus pada pergaulan bebas seperti seks bebas,," ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini dilaksanakan dalam 12 sesi dan akan berlangsung selama tiga hari."Ini juga untuk memahami isi Alkitab khususnya soal seksologi," jelasnya.
Materi disampaikan oleh DR Andik Wijaya dari YADA Institut Surabaya, dalam materinya tentang Biblicomedis Sexology Wijaya mengatakan, bahwa kita semua hidup dari kecil telah memiliki cita-cita. (lucky kawengian)
"Namun, jika kemauan anak dari kecil kemudian tidak tercapai karena bimbingan orang tua kurang menunjang, percaya anak tersebut bakal salah jalan, kearah yang negatif," jelasnya.
Jadi menurutnya, sudah sewajarnya kalau cita-cita anak dari kecil, orang tua harus membimbing anak agar tujuannya tercapai.
"Dengan sendirinya kita akan lega, karena anak kita bisa terhindar dari pengangguran dan kehidupan bebas seperti seks dan narkoba," jelas dia



































