Foto: Ilustrasi tolak ISIS (Ist)
JWS Lakukan Hal Ini untuk Cegah ISIS Masuk Minahasa
Tondano, ME
Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow (JWS) memerintahkan camat, lurah dan hukum tua, untuk membuat pos keamanan disetiap desa dan kelurahan di Minahasa. Hal ini harus dilakukan sebagai antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban. Tujuan lain dari pembuatan pos keamanan adalah mengawasi semua pendatang yang tidak diketahui identitasnya dan mempersempir ruang gerak teroris.
Saat diwawancarai manadoexpress.co, JWS menuturkan sampai saat ini wilayah Sulut, termasuk Kabupaten Minahasa masih siaga atas penyusupan anggota ISIS dari Filipina. Rapat Koordinasi (Rakor) Antisipasi Dampak Konflik Di Marawi Filipina, yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Polhukam, Jendral TNI (Purn) Wiranto, beberapa waktu lalu merumuskan beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah daerah di Sulut. Salah satu langkah yang akan dilakukan Pemkab Minahasa adalah mengaktifkan kembali pos keamanan pada semua desa/kelurahan.
“Pos keamanan ini nantinya harus dijaga oleh anggota TNI dan Linmas. Kita harus mengatisipasi pendatang atau orang yang tidak dikenal yang mungkin saja adalah anggota ISIS yang menyusup ke Minahasa,” ujar Bupati JWS.
Dikatakan JWS, pihaknya dalam menjaga Minahasa agar tidak disusupi ISIS, akan bekerja serius dan tidak bersifat pandang enteng. Bukan tidak mungkin ISIS telah masuk namun tidak diketahui. Selain membentuk pos keamanan, pihaknya juga rencananya akan melakukan apel siaga di pesisir pantai Minahasa, yang bertujuan menyatukan sikap memerangi para penyusup yang datang ke Minahasa lewat pantai.
”Kita sangat serius, semua kawasan pantai yang ada di Minahasa akan dijaga, jangan sampai ISIS masuk memanfaatkan pantai,” pungkasnya. (lucky kawengian)



































