Anak Enam Tahun Bisa Masuk SD, Asalkan...


Tondano, ME

Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa akan menjalankan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Repoblik Indonesia, Nomor 17, Tahun 2017, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat. Hal yang paling banyak mendapat sorotan masyarakat dalam aturan baru ini adalah batas usia siswa kelas satu SD yang ditetapkan minimal tujuh tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Drs Arody A Tangkere MAP, kepada saat diwawancarai manadoexpress.co mengatakan khusus untuk Sekolah Dasar (SD), pihaknya sudah menerapkan bahwa anak yang masuk harus minimal berusia tujuh tahun.

“Permen ini telah disahkan tahun in, dalam aturan ini dijelaskan mengenai usia minimum masuk SD. Calon peserta didik yang akan diterima adalah mereka yang sudah berusia tujuh tahun,” tukasnya.

Namun Tangkere mengatakan anak usia enam tahun terhitung 1 Juli masih dimungkinkan diterima, tetapi harus disertai rekomendasi dari psikolog.

“Kalau siswa masuk SD belum sesuai umur yang ditetapkan maka sistem data pusat tidak akan mendata anak tersebut. Akibatnya anak tersebut tidak tercatat dan mendapatkan nomor induk siswa nasional. Kecuali usia enam tahun per 1 Juli tetapi memenuhi syarat dimaksud,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Tangkere, ada beberapa alasan mengapa usia masuk SD ditetapkan 7 tahun dan minimal 6 tahun dengan catatan, yakni mengenai aspek fisik, dimana pada usia 7 tahun, anak dianggap paling siap secara fisik. Menurutnya, untuk memegang pensil misalnya, anak sudah lebih mampu jika harus menulis sendiri tanpa bantuan orang dewasa.

Selanjutnya dijelaskannya, anak yang terlalu dini masuk SD umumnya masih bermasalah, khususnya di kelas satu, karena ia belum siap untuk belajar berkonsentrasi, meskipun secara kemampuan intelektualnya dia sudah cukup mampu menyelesaikan soal-soal yang disediakan.

“Umumnya anak yang terlalu dini masuk SD memang cukup matang secara akademik. Namun biasanya kematangan emosi dan kemandiriannya belum maksimal. Padahal di jenjang SD anak tidak lagi akan mendapat perhatian seperti di TK. Ia di harapkan lebih mandiri dan juga tidak lagi terlalu tergantung pada orangtuanya, “pungkasnya. (lucky kawengian)

 



Sponsors

Sponsors