Masih Belasan Tahun, Juan Sudah Hasilkan Ratusan Cerper Dan Novel


Sonder, ME
Juan Martin Tambuwun (14) remaja asal Leilem Tiga, Kecamatan Sonder ini sungguh sangat menginspirasi banyak orang apalagi anak-anak sebayanya. Pasalnya, siswa yang baru lulus di SMP Negeri 3 Tomohon itu sudah menghasilkan karya tulis yang cukup banyak, berupa ratusan cerita pendek (Cerpen) hingga beberapa Novel.
 
Ditemui Manadoexpress.co, anak ke tiga dari empat bersaudara tersebut mengatakan saat ini dirinya sudah membuat lebih dari 120 cerpen serta menghasilkan delapan novel seperti, Cinta Anak SD, Takdir Tak Pernah Berdusta, Aku Dan Waktu, Horoscope, The Art World, Fragmen Kehidupan, serta beberapa lainya.
 
 Hebatnya salah satu dari novel yang berjudul "Takdir Tak Pernar Berdusta" itu, sudah dicetak sebanyak 12.000 eksemplar. Dan telah tersebar di toko buku seperti Gramedia yang ada di beberapa wilayah Indonesia. 
 
Penghasilanya pun cukup banyak untuk anak seusianya. Setiap satu sampai tiga bulan sekali Juan mendapatkan penghasilan mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta lebih, saat karyanya diterbitkan.   
 
Bukan hanya itu saja, remaja kelahiran Biak 3 Agustus 2002 ini sudah mendapatkan sertifikat serta penghargaan dari beberapa penerbit seperti Owner Prima Mandiri Publisher dan CV Kekata Group. 
 
Kegemaran Juan menulis Cerpen serta Novel, sejak dirinya duduk dibangku kelas enam SD. Saat itu ketertarikan dia pada dunia menulis, berawal dari dirinya membaca salah satu karya penulis novel ternama tanah air, Andrea Hirata yang berjudu Laskar Pelangi. Semenjak itu  Juan terus mengisi waktu luangnya dengan  menulis berbagai karangan.
 
Banyak tantangan yang harus dilalui Juan sebelum dirinya dikenal sebagai penulis muda saat ini, mulai dari kurangnya dukungan orangtua saat dirinya baru pertama kali ingin  mengeluti dunia menulis, tekanan-tekanan dari lingkungan sekitar yang menggangap bahwa dia tidak akan berhasil, serta berbagai macam penolakan terhadap karyanya.
 
"Memang dulu banyak yang meremehkan dan membully saya. Waktu SD saja teman-teman pernah mengejek kalau saya bukan laki-laki sejati karena tidak tahu main bola, hanya tahu menulis dan menulis saja," ujarnya.
 
Menurut Juan, seberapa besar pun tekanan yang diterimahnya itu tidak membuat semangatnya patah dalam mengahasilkan karya tulis yang dapat mengispirasi, karena semua itu merupakan dorongan bagi dirinya untuk tetap maju mengejar impian.
 
Salah satu gurunya di SMP Negeri Tiga Tomohon, Mery Sabarlina kepada media ini juga menggaku kalau hampir tiga tahun ini para guru-guru tidak mengetahui bakat yang dimiliki Juan. Karena Menurutnya Juan merupakan salah satu siswa yang sangat pendiam di sekolah.
 
"Kami para guru-guru baru mengetahuinya semenjak bulan maret tahun ini. Saat itu Juan minta izin mau berangkat ke Jakarta untuk melakukan MOU dengan MD Entertainment Production House. Dari situlah kami baru mengetahui kalau ternyata Juan memiliki bakat yang sungguh luar biasa," ungkapnya.
 
Semenjak guru-gurunya mengetahui kelebihnya tersebut, Juan sering diundang tampil dalam kegiatan-kegiatan sekolah untuk memberikan motifasi kepada teman-temanya agar dapat menjadi anak-anak mudah yang produktif dalam hal positif. 
 
"Saya sangat banga kepada Juan, karena walaupun sibuk dalam menulis tapi dirinya tidak pernah melupakan tanggungjawabnya saat di sekolah," ujar guru bahasa inggris itu. (fista tulungen)



Sponsors

Sponsors