Pemkot Tomohon Gelar Pelatihan SRA


Tomohon, ME
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI bekerja sama dengan Pemerintah Kota Tomohon menggelar pelatihan sekolah ramah anak (SRA). Kegiatan ini diselenggarakan melalaui Dinas PPPA, di Aula Kristianitas Kelurahan Walian.
 
Sambutan Wali Kota Tomohon, Jimmy F Eman SE Ak dibacakan oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Drs Truustje Kaunang mengatakan, pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana. Ini terutama dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Sehingga peserta didik dalam hal ini anak-anak bisa lebih aktif mengembangkan potensi diri.
 
Ia mengharapkan, dapat mewujudkan anak yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan yang tinggi, kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan. Dimana akan berguna baik bagi anak, masyarakat, bangsa dan negara. "Upaya pencapaian proses belajar ini tentunya harus didukung oleh semua pihak," ujar Kaunang.
 
Dikatakannya, Kementerian PP-PA telah mendorong pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota agar memujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, ramah, bahkan menyenangkan bagi anak. Program ini disebut SRA atau anak sekolah dapat terpenuhi haknya.
 
“Hal ini penting, mengingat 8 jam dalam sehari atau satu per tiga waktu anak berada di sekolah. Jadi, menjaga dan melindungi anak di selang waktu itu, harus diprioritas. Tentu dilakukan bersama-sama, mulai dari Kepala Sekolah, Guru, sekuriti atau penjaga. Perlu juga ada kerja sama yang baik antara sekolah dengan orangtua, lembaga masyarakat, dunia usaha maupun alumni," kata Kaunang.
 
Sejalan dengan perkembangan pembangunan saat ini lanjutnya, pengembangan kota menuju layak anak (KLA) terus digalakkan. Ini terbukti banyak kota telah mengembangkan SRA. Hal ini dilakukan, karena SRA merupakan indikator KLA. Juga menjadi bagian terpenting dari diterbitkannya kebijakan SRA sebagai upaya pemenuhan hak-hak anak terpenuhi.
 
"Mengingat pentingnya upaya untuk mewujudkan SRA ini, Wali Kota berharap, Petunjuk Teknis dapat bermanfaat bagi seluruh stakeholder terkait. Dengan demikian, cita-cita untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia dapat terwujud," ucapnya.
 
Menurut Kaunang, membentuk anak kreatif dan cerdas, tidaklah cukup memberikan pendidikan intelektual saja. Namun perlu diimbangi dengan pendidikan yang mampu mengasah kreatifitas anak.
 
"Anak dengan IQ tinggi belum tentu tumbuh menjadi anak cerdas dan kreatif. Sementara kreatifitas yang dimiliki setiap orang menjadi modal penting bagi individu dalam menghadapi perkembangan jaman. Anak dengan kemampuan intelektual yang baik dan kreatifitas tinggi mampu berpikir dengan cara multi dimesional," sebutnya.
 
Ia menyayangkan, sebagian orang memahami kecerdasan kreativitas (CQ) tidak lebih penting dari pengetahuan intelektual. Akhirnya pemenuhan pengetahuan intelektual menjadi utama tanpa diimbangi dengan pengembangan dan pengasahan kreatifitas anak. Padahal diperlukan keseimbangan antara IQ, CQ, EQ dan SQ untuk membentuk anak-anak yang cerdas, kreatif dan berakhlak mulia.
 
"Saya berharap, semoga kegiatan ini dapat menjadi media pengembangan kreativitas dan wawasan anak-anak di Kota Tomohon. Sekaligus menjadi stimulan bagi penyelenggaran kegiatan serupa di kemudian hari," harap Kaunang
 
Kegiatan ini dihadiri Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pendidikan, Kreatifitas dan Budaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Elvi Hendrani, Kadis PPPA, dr Olga Karinda MKes para guru dan siswa-siswi. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors