Foto: Ilustrasi kegiatan belajar mengajar (ist)
Kelas Minim Siswa akan Digabung
Tondano, ME
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupeten Minahasa mempersiapkan Program Marger Belajar Tingkat Sekolah Dasar ( SD). Program ini dilakukan khusus untuk sekolah yang mengalami kekurangan murid atau fasilitas sekolah yang belum memadai. Tujuan utama program ini adalah mengoptimalkan proses belajar khususnya di sekolah yang mengalami kekurangan murid .
Kepala Disdik Kabupaten Minahasa, Arody Tangkere saat diwawancarai mengatakan marger belajar antar siswa ini akan dilaksanakan mulai tahun ajaran 2017/2018. Menurutnya program ini dilakukan untuk mensiasati kekurangan jumlah guru pada beberapa sekolah di Kabupaten Minahasa.
”Arti dari program marger belajar ini adalah siswa pada sekolah yang kekurangan guru akan digabung sementara dengan siswa dari sekolah terdekat. Kami tetap memperhitungkan jarak antar sekolah dengan tempat tinggal siswa. Tahun ini akan diberlakukan marger belajar di sekolah dasar yang siswanya kurang. Begitu juga dengan para guru akan diberlakukan yang sama untuk membantu di sekolah-sekolah membutuhkan tenaga pengajar,” ujarnya kepada wartawan.
Tangkere menuturkan marger belajar hanya dikhususkan untuk SD yang radius belajarnya berdekatan di satu desa, serta melihat jumlah anak didik, dan kondisi fasilitas belajar yang kurang memadai. Ada sekolah yang satu ruangan kelas harus menampung dua kelas belajar dan otomatis menganggu aktifitas belajar siswa juga sulitnya guru pendidik mengajar.
“Dengan adanya program belajar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas murid dalam belajar serta tercapainya jam belajar oleh para guru yang ada. Program ini dilakukan untuk mempermudah siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Kami menyadari butuh suasana dan sarana yang memadai untuk mendapatkan siswa yang berkualitas. Program ini kami pastikan tidak akan menyulitkan siswa, guru, atau pihak sekolah,” tuturnya. (lucky kawengian)



































