Terkait Pencegahan Teroris Masuk Minsel, Wongkar Harap Masyarakat Ikut Waspada


Amurang, ME
Pasca penurunan ratusan personil Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara untuk menjaga perbatasan Indonesia-Filipina khususnya di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Talaud, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) juga meningkatkan penjagaan keamaan.
 
"Untuk di Minsel memang kita sudah ada yang namanya Forum Pembaharuan Cegah Dini yaitu mencegah datangnya pendatang. Minimal jika ada tamu baik di desa-desa, kecamatan, ataupun kelurahan wajib melaporkan diri. Kekuatan itu yang harus kita maksimalkan mendeteksi orang baru yang datang di Minsel," kata Wakil Bupati Minsel, Franky Donni Wongkar, Selasa (31/5).
 
Untuk itu dia berharap agar seluruh perangkat desa termasuk pihak keamanan kepolisian dan TNI untuk dapat berkoordinasi untuk menjaga daerah Minsel untuk mencegah kedatangan kelompok radikal. 
 
"Jangan sampai masuk oknum-oknum yang merusak pancasila. Ini menjadi konsep seluruh Indonesia termasuk Minsel. Dalam waktu dekat ini saya akan mengimbau Kesbangpol untuk segera melakukan pertemuan dengan perangkat-perangkat desa dan kelurahan, tokoh masyarakat serta tokoh agama untuk meningkatkan pengamanan," terangnya.
 
Dia menambahkan kekuatan terbesar adalah dari rakyat. Untuk itu perlu kerjasama dari seluruh pihak agar keberagaman tetap dijaga.
 
"Personil pengamanan dan pihak eksekutif sangat terbatas jumlahnya. Kekuatan terbesar adalah dari rakyat. Oleh karena itu kita harus perangi bersama-sama kelompok radikal. Jangan terpecah-belah. Harus bersatu," tutup Wongkar. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors