17 Desa Di Minsel Jadi Sebagai Kampung KB
Amurang, ME
Sebanyak 17 Desa yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) ditetapkan menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB). Program nawacita Presiden Joko Widodo ini dicanangkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Danny Rindengan bertempat di ruang pertemuan lantai 4 Kantor Bupati, Selasa (23/5).
Menurut Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A), Audy Emor, pada tahun yang lalu, hanya satu Desa yang ditetapkan sebagai Kampung KB.
"Yang dicanangkan waktu lalu khusus untuk Minsel hanya Desa Popareng. Sekarang masing-masing Kecamatan ada satu desa KB. Ini sesuai dengan program Presiden yaitu membangun dari pinggiran. Desa-desa yang ditetapkan dianggap tingkat kesejahteraan masih rendah," jelas Emor.
Untuk itu dia mengimbau bagi para Hukum Tua untuk memasukkan apa yang menjadi kebutuhan desa selambat-lambatnya satu bulan sesudah pencanangan.
"Dari segi kesehatan, pembangunan, silahkan memasukkan proposal ke BKBP3A nanti kami akan koordinasikan dengan dinas terkait dan disesuaikan dengan anggaran jika ada. Sistimnya adalah kerjasama lintas sektor," terangnya.
Diwawancara terpisah, Hukum Tua (Kumtua) Desa Kilometer Tiga, Herman Ulaan mengatakan sangat menyambut baik program tersebut. Menurutnya ini akan sangat membantu desa maju dan berkembang.
"Tentunya kami menyambut secara positif, desa kam bisa ditunjuk menjadi kampung KB mewakili Kecamatan Amurang," kata Ulaan.
Dia menuturkan, karena Kampung KB tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat, diharapkan kedepan Pemerintah Daerah (Pemda) dapat membantu kebutuhan-kebutuhan yang ada di Desa.
"Saat ini, salah satu yang menjadi kebutuhan desa kami adalah dari segi pelayanan kesehatan," tuturnya.
Dia mengatakan selama ini bidan yang melayani di Puskesmas Desa (Puskesda) tidak menetap dan hanya datang setiap sebulan sekali untuk melakukan kegiatan posyandu.
"Jadi selama ini jika ada warga yang hendak melahirkan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Semoga setelah dicanangkannya Desa Kilometer Tiga sebagai Kampung KB, kami bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dan instansi terkait bisa mengirimkan bidan atau perawat yang menetap di Puskesda. Ini untuk mencegah jangan sampai ada ibu yang akan melahirkan tidak terlayani," pungkasnya. (jerry sumarauw)



































