Foto: Saat penyerahan Bansos oleh Mensos Parawansa.
Mensos Khofifah Parawansa Serahkan Bansos PKH ke Warga Tomohon
Tomohon, ME
Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Nontunai Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Tomohon. Kegiatan ini digelar di Aula Rudis Wali Kota Tomohon, Jumat (12/5).
Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak dalam sambutannya, mengatakan, pemberantasan kemiskinan di Kota Bunga bersinergi dengan program Nawacita yang dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo. Selain itu, bersinergi juga dengan program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK), yang menjadi visi misi dari Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey SE.
“Saya berharap, program-program ini akan terus bergulir dan berjalan dengan baik. Pada akhirnya tingkat kemiskinan di Kota Tomohon akan semakin menurun. Tentunya, program-program ini akan berjalan dengan lancar untuk mencapai keberhasilan dalam pemberantasan kemiskinan di Kota Tomohon,” ujar Eman.
Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon, Eman mengapresiasi tinggi kepada Mensos Khofifah dan Gubernur Dondokambey. Ia pun menyambut gembira kedatangan rombongan yang telah sama-sama menyerahkan PKH untuk masyarakat Kota Tomohon.
Sementara, Dondokambey menuturkan, tujuan kedatangan Mensos, yakni untuk melihat apakah program ini bermanfaat bagi masyarakat. Gubernur berharap, Bansos tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya, terkait meningkatkan sumber daya manusia di Kota Tomohon. Menurutnya, tugas pemerintah, presiden dan menteri hanya satu, yaitu bagaimana menyejahterakan rakyat.
“Kami menyambut dengan senang hati kunjungan ibu menteri ke Sulut. Hal ini merupakan wujud komitmen dan bukti kepedulian pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan kemiskinan di daerah kami,” ujar Dondokambey.
“Saya kira ini adalah salah satu program yang dibuat oleh pemerintah. Kiranya apa yang rakyat rasakan dapat bermanfaat. Saya berharap agar program ini dapat berjalan terus dengan lancer,” sambungnya.
Di kesempatan sama, Mensos mengimbau, penerima PKH hendaknya menggunakan dana Bansos untuk kebutuhan sekolah anak-anak. Bukan untuk keperluan lain yang kurang penting.
“Penyaluran tahap satu PKH saat ini nilainya Rp 500.000,-. Saya minta, PKH yang disalurkan ini harus dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak atau usaha yang menambah kesejahteraan keluarga. Kalau digunakan secara betul, pasti akan sangat bermanfaat untuk keluarga,” ujar Parawansa.
Diketahui, Kartu PKH digabungkan dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) disebut Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH). Dengan begitu, PKH tak lagi dikucurkan dalam bentuk uang tunai. “Ini untuk membiasakan masyarakat menabung,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini, dirangkaikan dengan penyerahan KKS dan Beasiswa untuk pelajar Kota Tomohon yang berprestasi. Dilanjutkan dengan penyaksian transaksi penarikan tunai melalui ATM BRI yang dilakukan oleh penerima bantuan.
Turut hadir Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI, Nur Pujianto, Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan, Forkopimda, Pemimpin Wilayah Bank BRI Manado, DP Oka Waharjana, Pemimpin Cabang BRI Tondano, Noeroel Fadjari, Pimpinan Cabang BRI Pembantu Tomohon, Herri Santosa, Kepala Dinas Sosial Sulut, Grace Punuh, Kepala Dinas Sosial dr John Lumopa dan jajaran Pemkot serta para penerima bantuan. (hendra mokorowu)



































