Kolaborasi 5 Kebudayaan, Marching Band SD GMIM 4 Spektakuler


Tomohon, ME
Devile Sekolah Dasar (SD) GMIM 4 Tomohon tampil mengagumkan, Selasa (9/5). Pasalnya, pada pawai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2017, SD GMIM 4 menampilkan kolaborasi 5 kebudayaan.
 
Kebudayaan dimaksud, yakni tarian Maengket, tari perang Kabasaran, musik Kolintang, Puisi dan Drumben. Ke-5 tradisi ini dihentak bersamaan di pusat Kota Tomohon.
 
Terpantau, suara alat musik brass, tiup, perkusi, instrumen marching band menyatu dengan tambor dan kolintang, lengkingan puisi yang diiringi mayoret, aksi baris-berbaris, cheerleader, tarian maengket serta kabasaran.
 
Semuanya dikombinasikan jadi 1 warna seni atraktif yang diperagakan di depan panggung utama pawai Hardiknas. Alhasil, semua orang yang menyaksikannya terkesima.
 
Kepala Sekolah, Ratnawati Mokonio SPd menuturkan, selain tampil beda, hal ini juga sengaja diterapkannya untuk pelestarian kebudayaan lokal, Minahasa.
 
"Dengan inovasi yang ada, kami membuat gebrakan. SD GMIM 4 satu-satunya sekolah yang mengolaborasikan 5 kebudayaan dalam 1 pentas marching band," ungkap Mokonio kepada manadoexpress.co.
 
Melalui semangat lokalitas yang tak kalah bersaing, dirinya selalu menanamkan kepada siswanya soal nilai-nilai luhur serta rasa cinta terhadap budaya negeri.
 
"Melalui peringatan Hardiknas 2017, kami ingin mengaungkan tentang kebudayaan daerah. Budaya tidak akan pernah mati," ketusnya.
 
Ditambahkannya, ide kolaborasi ini timbul setelah ada instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon, Dr Juliana D Karwur MKes MSi. 
 
Adapun Kolintang, tarian Maengket dan tari perang Kabasaran merupakan kebudayaan Minahasa. Sementara Puisi merupakan budaya tua dari wilayah bangsa Mesir. Sedangkan budaya Marching Band diketahui berasal zaman kuno, yakni Mesopotamia, Mesir, Syria, Yunani, Romawi dan Yahudi. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors