Foto: Nofriet Ransulangi
Ransulangi Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Anak Buahnya
Amurang, ME
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan Kebakaran Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Nofriet Ransulangi meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pemukulan yang dilakukan sekelompok anak muda asal Kelurahan Uwuran Dua, Kecamatan Amurang, terhadap anak buahnya A. Tambengi dan Wefly saat sedang melakukan patroli pada Sabtu malam (15/4).
"Korban langsung divisum dan hari Minggu kita sudah buat laporan ke Satreskrim Polres Minsel. Kasus ini kita serahkan sepenuhnya pada aparat kepolisian, namun kami akan kawal terus agar pelaku segera ditangkap," kata Ratulangi saat memberi keterangan kepada wartawan di kompleks kantor bupati Minsel, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Amurang Timur, Rabu (19/4).
Dia mengatakan akibat dari pemukulan tersebut salah satu korban Wefly harus dilarikan di rumah sakit kerena mendapat luka serius di bagian kepala dan pendarahan pada hidung dan mulut.
"Belum diketahui pasti apa motivasi pemukulan yang dilakukan oleh mereka. Menurut keterangan anggota saya, ada sekitar 30 orang pemuda yang mencegat mereka," ujarnya.
Diwawancara terpisah, Kepala Bagian Operasi (KBO) Satreskrim Polres Minsel, IPTU Dwi galih membenarkan adanya laporan yang masuk terkait pemukulan tersebut. Dia mengungkapkan telah melakukan pengejaran terhadap pelaku.
"Terlapornya satu orang. Identitas pelaku sudah kita kantongi dan masih dalam pengejaran," singkat Galih. (jerry sumarauw)



































