Jembatan Ranowangko Jadi Alternatif Tambatan Perahu Nelayan Amurang


Amurang, ME
Pembangunan jembatan Ranowangko di Pantai Amurang, Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, memberi keuntungan bagi para nelayan di wilayah itu. Betapa tidak dengan adanya jembatan ini, nelayan bisa memanfaatkannya untuk menambatkan perahu mereka dari terjangan gelombang pasang yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
 
"Jembatan ini dibangun sebagai penghubung jalan boulevard Amurang-Tumpaan. Selain itu jembatan ini juga jadi alternatif bagi perahu-perahu nelayan berlabuh," kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Ventje Karouwan, Senin (17/4).
 
Dia mengungkapkan pembangunan jembatan ini masih dalam tahap finising dan diperkirakan akan selesai pertengahan tahun ini. Meski belum selesai namun sudah banyak nelayan yang menambatkan perahu mereka. Untuk itu, guna mendukung aktivitas nelayan akan dibangun juga tambatan perahu disisi kiri dan kanan jembatan.
 
"Setelah jembatan ini selesai dibangun, kita akan bikin normalisasi sungai agar tempatnya menjadi lebih luas dan banyak perahu bisa berlabuh disini," terangnya.
 
Melihat banyaknya nelayan yang membutuhkan tambatan perahu dia mengatakan selain jembatan Ranowangko, jembatan Ranomea di Kelurahan Ranomea, Kecamatan Amurang juga akan dimanfaatkan jadi tempat tambatan perahu.
 
"Diharapkan ketika kedua jembatan ini selesai dibangun, para nelayan yang selama ini kesulitan mencari tambatan perahu menjadi lebih mudah berlabuh. Ini juga sebagai upaya mendukung program pariwisata yang sudah dicanaangkan pemerintah daerah yaitu festival Teluk Amurang," tukasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors