Foto: para narasumber Press Conference Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 di Manado, (dari kiri ke kanan); Wakil Ketua PBSI Pemprov Sulut Fredy Kaligis, Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation Budi Darmawan, dan Team Manager PB Djarum Fung Permadi.
PB Djarum Cari Penerus Liliyana Natsir di Manado
AUDISI UMUM DJARUM BEASISWA BULUTANGKIS 2017
MANADO – PB Djarum kembali menggelar ajang pencarian bibit atlet bulutangkis berbakat dalam rangkaian program Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017. Pada tahun ini, PB Djarum menggelar audisi di 8 kota guna menjaring bakat-bakat muda bermental juara untuk dibina menjadi calon bintang andalan bulutangkis Indonesia di masa depan. Kota Manado bakal menjadi tuan rumah Audisi Umum di Pulau Sulawesi, pada 6 – 8 Mei mendatang.
Penyelenggaraan Audisi Umum di Manado sekaligus menggantikan Makassar pada Audisi Umum tahun 2016 yang lalu. Budi Darmawan, Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation mengatakan penyelenggaraan Audisi Umum di Manado diharapkan bisa menjaring lebih banyak lagi bibit-bibit atlet terbaik di seantero Sulawesi dan sekitarnya.
“Gelaran Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis selalu menghasilkan gairah dan animo yang luar biasa dari para penggemar bulutangkis di Sulawesi. Melalui Audisi Umum di Kota Manado ini, kami ingin menjaring lebih banyak lagi bibit pebulutangkis muda asal Sulawesi dan sekitarnya. Tidak hanya yang berasal dari kota-kota di Sulawesi, namun juga kita harapkan dapat lebih mudah dijangkau atlet-atlet dari Maluku, Maluku Utara, dan juga Papua,” ujar Budi Darmawan, dalam jumpa pers di Four Point Hotel, Kota Manado, Rabu (12/4).
Budi menjelaskan, bakat-bakat bulutangkis muda yang berasal dari Sulawesi tidak kalah banyak dan berpotensi dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia. Lewat Audisi Umum, PB Djarum ingin mencari bibit penerus dari Liliyana Natsir sebagai atlet andalan Indonesia asal Sulawesi. Liliyana Natsir merupakan atlet PB Djarum kelahiran Manado. Sejak duduk di sekolah dasar, peraih medali emas Olimpiade Rio bersama Tontowi Ahmad pada tahun 2016 ini sudah bergabung dengan klub bulutangkis Pisok, Manado.
“Sulawesi memiliki tradisi melahirkan atlet bulutangkis yang bagus-bagus. Lewat Audisi Umum ini semoga akan muncul ‘adik-adik’ Liliyana Natsir yang bisa menjadi penerus tradisi juara PB Djarum dan juga berprestasi bagi Bangsa Indonesia. Syaratnya, mereka harus memiliki semangat tinggi dan mentalitas juara,” ungkap Budi Darmawan.
Guna mendapatkan bibit atlet dengan potensi terbaik, PB Djarum akan menerjunkan tim pencari bakat yang dipimpin oleh legenda bulutangkis Indonesia Christian Hadinata. Legenda bulutangkis ini bersama sejumlah legenda lainnya seperti Liem Swie King, Hariyanto Arbi, Sigit Budiarto, akan menjadi mata dan telinga PB Djarum dalam menjaring pemain dengan potensi dan bakat yang mumpuni.
Sementara itu, Team Manager PB Djarum Fung Permadi menjelaskan, di Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017, PB Djarum akan fokus mencari atlet putra dan putri dari kelompok U11 dan U13. Hal ini berbeda dengan audisi pada tahun-tahun sebelumnya yang terbagi dalam dua kelompok usia, U13 dan U15. Lewat pencarian dan pembinaan atlet di usia dini yang dimulai di klub, diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet dengan kemampuan terbaik dan meraih prestasi maksimal di masa depan.
“PB Djarum berkomitmen dalam melakukan pembinaan terhadap atlet sejak usia dini. Pembinaan yang terstruktur dan berjenjang di PB Djarum terhadap atlet usia dini, diharapkan bisa membentuk karakter dan mengasah para atlet untuk mengeluarkan kemampuan terbaik yang dimilikinya, kata Fung.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis digelar dalam serangkaian Tahap Seleksi di beberapa kota. Pada tahun ini, selain di Manado, PB Djarum menggelar Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis yang bergulir di 7 kota lainnya, yakni Pekanbaru, Banjarmasin, Cirebon, Solo, Purwokerto, Surabaya, dan Kudus. Para atlet yang berhasil lolos dari Tahap Seleksi di Banjarmasin akan melaju ke babak Final Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis, di GOR Djarum, Jati, Kudus, pada 8-10 September 2017. Di tahap final ini mereka akan kembali berkompetisi dengan para atlet dari kota-kota lainnya. Tahap terakhir adalah Tahap Karantina, di tahap ini peserta yang terpilih dari Tahap Final akan merasakan kehidupan di asrama PB Djarum sebelum akhirnya diumumkan siapa saja yang resmi diterima menjadi atlet PB Djarum.
Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2017 dapat diikuti oleh atlet putra dan putri berkewarganegaraan Indonesia dengan kategori U11 (berusia 6-10 tahun / kelahiran 2007-2011) dan U13 (untuk peserta dengan umur 11-12 tahun / kelahiran tahun 2005 dan 2006). Audisi akan dilakukan dalam bentuk kompetisi dengan sistem gugur. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman www.pbdjarum.org atau dengan mendaftarkan diri secara langsung di GOR setiap kota audisi. Peserta diwajibkan melakukan daftar ulang satu hari sebelum tahap seleksi (H-1) sesuai kota audisi pilihannya. (vidi)



































