Foto: Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang dan Ketua DPD Partai Golkar Minahasa, Careig N Runtu saat minum kopi santai di Kawangkoan
JWS-INR Ibadah di Jakarta, Ivansa-CNR Ngopi Santai di Kawangkoan
Tondano, ME
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Minahasa, Jantje W Sajow (JWS) dan anggota DPRD Minahasa dari Fraksi Partai Golkar, Imelda Novita Rewah (INR) semakin sering terlihat tampil bersama. Terakhir dua sosok ini hadir saat JWS memimpin ibadah di GBI Shaloom dan Gereja Masehi Injili di Indonesia (GMII) di Tanjung Priok Jakarta, Minggu (9/4/2017).
Kedua sosok yang disebut-sebut berpeluang berpasangan sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati Minahasa dalam Pilkada Minahasa 2018 ini memang kerap tampil bersama. Dalam beberapa kegiatan di Minahasa, JWS dan INR kerap tampil bersama.
JWS pernah mengungkapkan ketertarikannya pada sosok INR yang dinilai cukup potensial.
"INR itu figur yang bagus. Dia masih muda dan cantik. Pastinya banyak yang simpati pada dia," ujar JWS saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
INR saat diwawancarai mengatakan kehadirannya dalam ibadah di GBI Syaloom dan GMII Tanjung Priok Jakarta karena diundang pimpinan jemaat tersebut.
"Saya ikut diundang untuk hadir dalam ibadah di dua gereja tersebut. Kebetulan Pak JWS ternyata memimpin ibadah ditempat yang sama," ujarnya.
INR yang adalah kader Partai Golkar juga terlihat tidak canggung mendampingi Bupati Minahasa ini dalam beberapa kegiatan. Bahkan figur perempuan dari Langowan ini kerap mengenakan pakaian merah saat hadir dalam acara bersama JWS.
Kejadian unik lainnya adalah pertemuan antara Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang (Ivansa) dengan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, Careig N Runtu (CNR) pada sebuah rumah kopi di Kawangkoan, Sabtu (8/4/2017). Keduanya terlihat santai berbincang sambil didampingi Sekretaris DPD Partai Golkar Minahasa, Febry Suoth. Pertemuan kedua figur penting ini terbilang langka karena sebelumnya jarang terjadi.
"Hanya pertemuan biasa. Kami tidak membahas hal khusus seperti Pilkada Minahasa. Hanya pertemuan antara dua sahabat. Soal pilkada ada waktunya," ujar CNR menanggapi pertemuan tersebut.
Pengamat politik dari Minahasa, Leo Mandagi mengatakan kehadiran tokoh penting politik dalam satu agenda tertentu kerap menjadi simbol komunikasi politik antara keduanya. Bahkan penampilan bersama jelang pilkada bisa menjadi simbol bersatunya dua figur tersebut.
"Kehadiran tokoh sentral politik dalam satu kegiatan bisa diartikan sebagai bentuk deklarasi keduanya sedang melakukan komunikasi politik yang intensif. Hal ini menjadi bahasa simbol bahwa keduanya bisa saja berpasangan dalam pilkada," ujarnya.
Ditanya soal penampilan bersama JWS-INR dan Ivansa-CNR akhir-akhir ini, dosen komunikasi politik pada sebuah perguruan tinggi di Jakarta ini menyebut hal tersebut bisa diartikan mereka bisa berpasangan dalam Pilkada Minahasa 2018. Menurutnya PDIP dan Partai Golkar adalah partai politik yang masing-masing bisa mengusung pasangan calon dalam Pilkada Minahasa. Dalam konstalasi politik dan posisi figur-figur tersebut, bisa saja PDIP Minahasa mengusung JWS-INR dan Partai Golkar Minahasa mengusung Ivansa-CNR.
"Peluang kedua pasangan ini bersaing dalam Pilkada Minahasa sangat besar. Mereka memiliki infrastruktur partai politik yang sama-sama bisa mengusung pasangan calon tanpa harus berkoalisi dengan partai politik lain," ujarnya.
Namun Mandagi menyebut pergerakan politik cenderung dinamis, terlebih pelaksanaan Pilkada Minahasa masih cukup lama. Belum bisa dipastikan keharmonisan semua figur ini akan terus terjadi sampai penetapan pasangan calon nanti. (lucky kawengian)



































