Megahagho Disambut Histeris Puluhan Ribu Massa


Tabut, ME

Pasangan calon (Paslon) Megahagho, yakni Jabes E Gaghana SE ME (JEG) dan Helmut Hontong SE (HH) resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sangihe terpilih periode 2017-2022. Hal ini disebabkan, keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan dari Paslon Masi (Makagansa-Silangen) pada Senin (3/4).

Usai menghadiri persidangan di MK, kedatangan Meghagho di bandara Yudha Tindas Naha Kecamatan Tabukan Utara mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat yang datang dari berbagai penjuru Sangihe. Terpantau manadoexpress.co, simpatisan serta para pendukung militan yang lengkap dengan atribut Megahagho, sejak pagi sekali sudah berdatangan memenuhi kompleks bandara. Padahal, Megahagho mendarat pada pukul 8 Wita, Selasa (4/4).

Ketika Megahago akan turun dari pesawat, langsung diserbu massa untuk rebutan berjabat tangan serta memberikan salam kepada jagoan mereka. Sangking banyaknya jumlah masyarakat, sontak saja penyambutan ini membuat arus lalu lintas kendaraan roda dua dan empat di bandara lumpuh total. Walaupun diguyur hujan deras, massa yang diperkirakan berjumlah 10 ribu orang ini tetap tidak menyurutkan niat untuk bertemu dengan kedua kandidat tercinta. Fenomena penyambutan Megahagho pun jadi viral di media sosial.

Salah satu pendukung fanatik, Coan Pontolawokang terkesima dan terharu, bahkan sampai meneteskan air mata ketika menyaksikan penjemputan tersebut. Menurutnya, hal ini boleh tercatat dalam sejarah, khususnya di Guinners Book Of The Record ataupun rekor MURI.

Katanya, fenomena bagaimana masyarakat mendukung serta mampu memenangkan jagoanya dalam Pemilukada Sangihe, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat menjadi sebuah kenyataan. Walaupun tanpa iming-iming uang, tapi dengan rasa  tulus dan ihklas tetap solid di dalam memberikan dukungan.

"Tentunya ini modal yang sangat bagus bagi masyarakat Sangihe, secara khusus dalam menyikapi perhelatan politik. Dimana, terdapatnya perubahan paradigma secara fantastis dan brilian seperti ini. Dengan perubahan besar ini, pasti akan berdampak pada cara berpikir masyarakat. Ternyata uang bukan segala-segalanya," ungkap Pontolawokang.

Adapun kedatangan Megahagho mendapat pengawalan ketat dari anggota Polres Sangihe dab personil Kodim 1301/Satal saat menuju Tahuna. Usai melayani masyarakat, rombongan Megahago pun mengarah ke kediaman JEG, kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin  Pdt Hendro Dededaka MTh. (christian abdul).



Sponsors

Sponsors