Material Longsor Di Jalan Penghubung Kecamatan Maesaan-Modoinding Belum Dibersihkan
Amurang, ME
Material longsor yang menutupi sebagian jalan penghubung di wilayah Kecamatan Maesaan-Modoinding belum juga dibersihkan. Sudah dua kali daerah ini diterjang longsor awal Januari dan akhir Maret lalu. Namun Pemerintah Daerah (Pemda) lewat instansi terkait terkesan cuek dengan kondisi jalan sekarang yang sangat rawan dilalui kendaraan.
Kebanyakan dari pengguna jalan mengeluh karena sisa material longsor yang belum dibersihkan menyebabkan penyempitan jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan. Keluhan ini disampaikan para sopir yang biasa mengangkut hasil kebun hortikultura dari Kecamatan Modoinding.
"Kapan material ini akan dibersihkan. Apa harus menunggu terjadi kecelakaan baru dibersihkan," keluh Hendra, salah satu sopir asal Modoinding, Minggu (2/4).
Senada disampaikan Alfons, warga Desa Tambelang, Kecamatan Maesaan. Dia kecewa lantaran jumlah titik longsor bertambah pasca peristiwa yang terjadi akhir Maret lalu. Kurang lebih hampir sepuluh titik longsor yang menutupi sebagian badan jalan. Pembersihan justru dilakukan masyarakat tanpa dibantu pemerintah.
"Longsor yang terjadi belum lama ini jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Yang membersihkan masyarakat dan dibantu mahasiswa. Kalau dibiarkan mungkin sampai saat jalan belum bisa dilalui kendaraan," sindir Alfons.
Dia mengungkapkan, dari pemerintah desa maupun kecamatan sudah melaporkan masalah ini ke instansi teknis. Namun laporan ini belum juga ditindak lanjuti, sehingga masyarakat di wilayah ini merasa tidak mendapat perhatian dari pemerintah.
"Kami merasa dianak-tirikan. Sudah dua kali terjadi longsor, namun yang membersihkan hanyalah warga setempat dengan alat seadanya. Padahal kami sangat membutuhkan alat berat agar material longsor bisa diangkat dengan cepat dan tidak menghalangi jalan," terangnya.
"Kami berharap agar pemerintah pro aktif untuk segera berkoordinasi dengan dinas terkait. Terkesan ini pembiaran. Banyak juga warga yang melintas mengeluh terkait hal ini. Jangan tutup mata dengan keluhan warga. Setahu saya di Dinas PU memiliki alat berat kenapa tidak dipinjamkan saja karena ini darurat," tambah Alfons.
Menyingkapi keluhan warga, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Minsel, Rudi Tumiwa, saat dihubungi mengatakan, terkait persoalan tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Jalan Provinsi Sulut.
"Karena itu jalan nasional, jadi kewenangannya dari Balai Jalan Provinsi. Saya sudah berkomunikasi dengan mereka agar secepatnya melakukan pembersihan," singkat Tumiwa. (jerry sumarauw)



































