Diduga Ada Indikasi Penyimpangan, Liwe Pertanyakan Solar Cell Di Desa Kroit


Amurang, ME
Program pembangunan lampu penerangan jalan (Solar Cell) di Desa Kroit, Kecamatan Motoling Barat dipertanyakan. Proyek yang dilaksanakan pada tahun 2016 itu belum juga selesai dikerjakan padahal saat ini sudah masuk tahun anggaran baru. Yang dibangun hanyalah tiangnya saja sementara lampunya tidak ada.
 
Melihat ketidak beresan program ini, anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Welly J. Liwe angkat bicara. Dia menduga ada indikasi penyimpangan dalam pengadaan solar cell yang dikerjakan tahun 2016. Pihak rekanan pun tidak tahu entah kemana.
 
"Ada apa dengan proyek ini. Persoalannya tiang sudah dipasang tapi tidak ada lampunya. Seharusnya proyek ini sudah selesai sejak tahun lalu," kata Liwe saat memberi keterangan kepada wartawan, Minggu (2/4).
 
Politisi partai Gerindra ini menjelaskan, program pemasangan solar cell ini diambil dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016, dan dianggarkan Rp24 juta untuk satu titik. Desa Kroit sendiri ada dua titik, jadi total untuk pembangunannya sebesar Rp48 juta.
 
"Kalau dilihat yang salah bukan aparat desa tapi dari pihak penyedia," terangnya.
 
Dia menilai saat ini banyak proyek dijadikan lahan empuk bagi rekanan untuk mendulang keuntungan sehingga proyek jadi berantakan. Seperti yang terjadi saat ini proyeknya tidak kunjung selesai dan yang dirugikan masyarakat.
 
"Saya minta aparat penegak hukum harus proaktif dan mengusut masalah ini. Hal seperti ini sudah sepatutnya aparat penegak hukum turun tangan," tegasnya.
 
Dia mengungkapkan, tidak hanya pelaksanaannya yang amburadul, proyek solar cell ini sarat pula dengan dugaan korupsi.
 
"Memang ini baru ditemukan, diduga ada desa lain bukan hanya Desa Kroit. Karena informasi, program ini masuk hampir disemua desa yang ada di Minsel," ungkap Liwe. (jerry sumarauw)
 



Sponsors

Sponsors