JWS Buktikan Dirinya Bisa Bangun Minahasa


Advetorial

Bupati Minahasa, Jantje W Sajow (JWS) dan Wakil Bupati Minahasa, Ivan Sarundajang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 kepemimpinan. Berbagai prestasi telah dicapai pemerintah. Bahkan ada empat hal yang tidak bisa dicapai pemimpin sebelumnya, dan baru bisa diraih oleh JWS.

Capaian pertama yang hanya bisa diraih JWS adalah predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan keuangan Pemkab Minahasa tahun anggaran 2014 dan 2015. Hal ini adalah capaian luar biasa karena capaian ini hanya mimpi bagi pemimpin sebelumnya, namun bagi JWS bisa diraih dua tahun berturut-turut.

JWS terima opini WTP dari BPK

Sekretaris Daerah Pemkab Minahasa, Jeffry Korengkeng saat diwawancarai manadoexpress, Jumat (17/3/2017) mengatakan keberhasilan meraih opini WTP bukan hanya menunjukkan pengelolaan keuangan yang bersih dan bertanggungjawab, namun berdampak pada dikucurkannya Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp49 miliar pada 2016.

"Opini WTP bukan hanya menunjukkan pengelolaan keuangan yang bersih, namun memberikan dampak langsung pada pembangunan di Minahasa. DID yang menjadi hadiah dari pemerintah pusat karena capaian opini WTP digunakan untuk program dan pembangunan fasilitas yang bisa dinikmati warga," ujarnya.

JWS pimpin apel ASN

Hal kedua yang hanya terjadi pada kepemimpinan JWS adalah meningkatnya Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk sekira 4.900 aparatur sipil negara (ASN) di Minahasa. Total anggaran yang disiapkan Pemkab Minahasa untuk pembayaran TKD mencapai sekira Rp80 miliar.

Korengkeng mengatakan peningkatan TKD ini sangat signifikan. Dia mencontohkan tunjangan yang diterima seorang staf sebelumnya hanya Rp300.000 per bulan, kini ditingkatkan menjadi Rp1 juta per bulan. Peningkatan TKD ini bertujuan untuk mensejahterakan ASN. Hal ini seperti yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

"Peningkatan TKD untuk ASN bertujuan supaya mereka sejahteran. Hasil akhir yang ingin dicapai adalah peningkatan kinerja dalam melayani masyarakat," ujar Korengkeng.

Hal ketiga yang hanya terjadi pada era kepemimpinan JWS adalah pergerakan ekonomi di Tondano yang semakin baik. Robert Longkutoy, pemerhati ekonomi di Sulut mengatakan pembangunan di Minahasa saat ini lebih terarah. Fasilitas umum yang sangat menunjang pergerakan ekonomi di Tondano adalah pelebaran jalan Sasaran-Koka dalam beberapa tahun terakhir.

"Pelebaran jalan Sasaran - Koka menjadi kunci untuk membangkitkan ekonomi di Tondano. Akses jalan ini digunakan pengendara dari arah Boltim dan sebagian Minahasa yang ingin pergi ke Manado. Artinya Tondano akan menjadi daerah persinggahan seperti Kota Tomohon," ujarnya.

Pergerakan ekonomi di Tondano saat ini terlihat nyata karena ada beberapa perusahaan skala nasional dan internasional yang telah melakukan komunikasi dengan Pemkab Minahasa. Mereka ingin menanamkan modal di Tondano.

Benteng Moraya jadi ikon pariwisata baru Minahasa

Hal keempat yang semakin membedakan JWS dengan pimpinan sebelumnya adalah inovasi menggerakkan sektor pariwisata secara masif dan terstruktur. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa, Agustivo Tumundo mengatakan program Pesona Minahasa 2017 dilaksanakan untuk menggerakkan pariwisata sebagai penggerak ekonomi warga.

"Target kita adalah 200.000 wisatawan sepanjang 2017. Berbagai kegiatan bertemakan kesenian dan tradisi Minahasa telah dipersiapkan. Setiap bulan akan ada kegiatan festival yang akan menarik minat kunjungan wisatawan," ujar Tumundo. (adv)



Sponsors

Sponsors