Stevi Kurung Anaknya di Rumah Karena Takut Diculik


Amurang, ME

Isu yang cukup hangat sedang diperbicangkan disemua kalangan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yaitu penculikan anak dengan tujuan untuk menjual organ tubuh berhasil membuat sebagian ibu rumah tangga panik.  Satu diantarannya adalah Stevi Dalending, warga Kelurahan Uwuran II, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah mendengar isu tersebut, dia mengaku kini mengurung anaknya didalam rumah dan melarang untuk bermain diluar.

 

“Saya takut anak saya diculik. Biasanya saya sering ijinkan anak saya bermain diluar bersama dengan teman sebayanya. Namun sekarang tidak,” kata Stevi kepada wartawan, Rabu (22/3).

 

Hal yang sama diungkapkan oleh Tine Setliet, warga Uwuran I, Kecamatan Amurang. Dia mengatakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dirinya langsung menjemput anaknya ketika pulang sekolah.

 

“Saya juga mewanti-wanti anak saya yang berumur tujuh tahun agar tidak boleh pulang dengan siapapun kecuali dengan saya atau kakaknya,” ujarnya.

 

Kecemasan dari warga ditanggapi oleh Kapolres Minsel, AKBP Arya Perdana, kepada Tribun Manado dia menegaskan bahwa selama ini di Minsel belum ada kasus penculikan yang bermuara ke penjualan organ tubuh manusia.

 

“Itu sama sekali tidak benar. Untuk itu saya himbau kepada warga untuk lebih selektif lagi mencari informasi berita dari internet, ataupun sumber dari manapun. Jangan hanya baca judulnya saja. Baya dengan cermat berita yang dimuat apakah hanya isu belaka atau sudah ada buktinya,” katanya.

 

Dia juga menambahkan agar warga tidak perlu cemas namun jangan menurunkan kewaspadaan.

 

“Tetap awasi anak-anak kita. Kejahatan penculikan bukanlah kasus yang baru di Indonesia, dan selama ini sebagian besar selalu dapat diungkap siapa pelakunya. Terkait penculikan untuk penjualan korban saya kembali tegaskan belum pernah ada laporan dari warga serta bukti penculikan yang mengarah kesitu di Minsel,” tandasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors