Listrik Jadi Tantangan Pelaksanaan UNBK di Minsel


Amurang, ME

Gladi bersih pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang diselenggarakan se-tingkat SMP di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) selama dua hari mulai tanggal 20 dan 21 Februari akhirnya usai. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Fietber Raco mengatakan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, tim telah turun ke 12 sekolah yang terdaftar dalam UNBK.

"Sejauh ini belum ada laporan yang masuk dari sekolah-sekolah terhadap kendala yang cukup berat dihadapi. Tapi saat tim kami turun ke lapangan, ada beberapa sekolah yang belum mempunyai cadangan server. Tentu kami menganjurkan sekolah yang melaksanakan UNBK ada tambahan server cadangan," kata Raco saat memberi keterangan kepada manadoexpress.co, Rabu (22/3).

Dia mengakui untuk masalah internal ada sebagian kecil sekolah yang belum lengkap memiliki peralatan komputer. Namun hal tersebut menurut dia akan teratasi jelang UNBK nanti. Sementara untuk persoalan eksternal lainnya dia mengatakan yang mejadi perhatian adalah masalah listrik. Untuk itu dia berharap saat harinya nanti tidak ada pemadaman listrik oleh PLN.

"Berbahaya kalau masalah listrik, karena itu eksternal, kalau masalah teknis di internal itu gampang di atur," ungkapnya.

"Setahu saya untuk mengantisipasinya, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PLN terkait hal tersebut. Tapi memang dianjurkan untuk sekolah menyediakan genset," sambungnya.

Dia menambahkan masalah listrik memang menjadi salah satu hal yang patut antisipasi saat UNBK. Untuk itu dia berharap pada saat pelaksanaan UNBK nanti tidak terjadi pemadaman listrik

 "Apabila kita ada di kondisi situasi tidak terduga maka juknisnya tidak berlaku," tukasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors