Selamatkan Generasi, SMP Gonzaga Larang Keras Siswa Kemudikan Ranmor


Tomohon, ME
Menghadapi ujian nasional (Unas) perlu mendapat perhatian lebih dari orangtua siswa. Bukan hanya terbatas pada kegiatan belajar anak. Melainkan seluruh aspek kehidupan pergaulan anak. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Gonzaga Tomohon saat mengadakan rapat orangtua siswa belum lama ini.
 
"Ketika berada di lingkungan sekolah, anak-anak tentu berada dalam pengawasan kami. Akan tetapi ketika anak pulang sekolah, atau di luar jam pelajaran, tentu kami tak punya lagi wewenang. Anak-anak perlu dipantau terus oleh orangtua," urai Tirukan.
 
Kaitannya dengan menghadapi ujian sekolah dan Unas, ditekankannya kepada orangtua soal keamanan dan kesehatan anak. Bila mental siswa selalu di pupuk pihak sekolah, kesehatan fisik dan keselamatan anak katanya jangan diabaikan orangtua. "Jangan sampai anak-anak terjerumus dalam pergaulan bebas dan penyahalgunaan narkoba," tegasnya.
 
Diketahui, baru-baru ini Polres Tomohon menyosialisasikan tentang keselamatan berlalu lintas di sekolah ini. Terkait dengan itu, Tirukan menegaskan, SMP Katolik Gonzaga melarang keras siswanya mengemudikan kendaraan bermotor (Ranmor).
 
"Selain di rapat, setiap saat kami mengimbau orangtua siswa untuk tidak membiarkan anaknya membawa sepeda motor. Soalnya, selain belum memenuhi syarat usia, siswa rentan kecelakaan jika bersepeda motor atau bawa mobil. Kami tidak mau ada anak didik tertimpa kecelakaan lalu lintas, baik ringan maupun fatality. Ayo kita sama-sama selamatkan generasi penerus bangsa," ketus Tirukan.
 
Untuk itu, pihak sekolah sangat mengharapkan adanya kerja sama yang baik dari para orangtua siswa. Ditambahkannya, dalam rapat tersebut, pihak sekolah juga menyerahkan nilai hasil tryout kepada orangtua siswa. (hendra mokorowu)
 



Sponsors

Sponsors