Rantung Pertanyakan Bantuan Tanggul Penahan Banjir


Sulta, ME

Bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang Desa Kapoya dan Kapoya Satu, Kecamatan Sulta, Selasa (14/3) kemarin, menyisahkan kepedihan bagi masyarakat setempat. Sedikitnya, 218 rumah terendam banjir dan 43 rumah terdampak tanah longsor.

Melihat peristiwa tersebut, anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Lexoni Rantung angkat bicara. Menurut dia bencana yang terjadi ini mengingatkan warga akan janji pemerintah yang akan membangun tanggul pengaman banjir disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapoya beberapa tahun lalu.

"Banjir yang mengenangi rumah penduduk ini sebenarnya tidak akan terjadi apabila ada tanggul pengaman banjir dibibir sungai," kata Rantung saat memberi keterangan kepada manadoexpress.co, Rabu (15/3).

Dia menjelaskan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) tahun 2016 lalu sudah diumumkan kepada masyarakat bahwa ada bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat untuk pembangunan talut penahan banjir di Desa Kapoya.

"Pemberian bantuan ini berdasarkan pertimbangan dampak banjir yang cukup parah di Desa Kapoya yang terjadi pada tahun 2013. Namun bantuan tersebut tidak pernah sampai di Desa Kapoya dan dialihkan ke desa yang lain," ungkap Rantung.

Dia mengaku sempat menanyakan hal ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minsel, dan dijanjikan akan dibangun pada tahun 2016. Namun apa yang dijanjikan tidak pernah terealisasi hingga sekarang.

"Saya harap agar BPBD segera bertindak. Jangan hanya melakukan pendataan saja pada bencana tapi apa yang didata benar-benar mendapat bantuan bukannya dialihkan ke desa yang lain," tegasnya.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Kapoya Marten Sondakh Laoh membenarkan hal tersebut. Menurut dia sebelum bantuan turun dari pemerintah provinsi sudah datang mengkonfimasi bahwa desanya akan mendapat proyek pembangunan talut pengaman.

"Masyarakat pada waktu itu senang karena BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah mengumumkan bahwa pembangunan tanggul di desa ini. Namun bantuan sama sekali belum masuk. Bahkan dari Provinsi pernah datang mengecek terkait program tersebut karena yang mereka tahu penerima bantuan adalah Desa Kapoya," terangnya.

Dia mengaku hampir setiap tahun selalu memasukan proposal ke BPBD. Dengan kejadian ini dia berharap pemerintah dapat melihat apa yang menjadi kebutuhan desa mereka.

"Saat ini yang menjadi keinginan masyrakat adalah dibangunnya talut pengaman sungai agar masyarakat terhindar dari bencana banjir yang sewaktu-waktu dapat terjadi," tukasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors