Foto: Kondisi Christian Lumintang, anak penderita penyakit Hydrocephalus sebelum dibawah ke rumah sakit
Bocah Sembilan Tahun di Pinabetengan Mengidap Hydrocephalus
Tompaso, ME
Bocah berusia sembilan tahun bernama Chirstian Lumintang asal Desa Pinabetengan Selatan, Kecamatan Tompaso Barat terserang virus yang mengakibatkan pembesaran pada kepala atau Hydrocephalus. Masalah ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat perawatan anak ini menjadi semakin sulit.
Hukumtua Desa Pinabetengan Selatan Wanly Lempoy, kepada manadoexpress.co, Jumat (3/3/2017) menuturkan, anak dari Reinol Lumintang dan Dian Loloan itu sudah mengidap penyakit tersebut sejak usia tiga tahun. Saat ini bocah yang terkena Hydrocephalus itu sudah dibawah oleh keluarga dan pemerintah desa ke rumah sakit. Hal ini dilakukan karena penyakit dari bocah tersebut kabuh beberapa hari lalu.
"Kejadiannya Senin (27/2/2017), selesai kegiatan desa saya langsung pergi ke rumah mereka. Saat itu saya melihat anak itu sudah kejang-kejang dan kepalanya sudah lebih besar. Kami beserta pihak Puskemas Tompaso langsung membawahnya ke RSUD Noongan," terangnya
Menurut Lempoy selama ini pihak keluarga hanya bisa pasrah dan memberikan pengobatan semampu mereka. Himpitan ekonomi yang dialami keluarga itu membuat bocah tersebut tidak mendapat perawatan yang layak.
"Biaya untuk pengobatan penyakit hydrocephalus terbilang mahal. Bayangkan saja ayahnya hanya seorang petani biasa. Jadi kasihan sekali melihat keluarga itu," katanya.
Pemerintah desa beserta keluarga juga berharap adanya uluran tangan dari pemerintah untuk pengobatan bocah tersebut.
"Kami dari pemerintah desa hanya memberitan bantuan berupa santunan kepada keluarga tersebut. Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah kepada keluarga ini untuk pengobatan," tandasnya.
Pihak Puskemas Tompaso saat dikonfirmasih mengatakan kalau anak tersebut memang sudah lama mengidap penyakit Hydrocephalus. Saat ini RSUD Noogan sudah melakukan rujukan ke RSUD Kandou Manado.
"Hanya beberapa jam saja anak itu di bawah ke RSUD Noongan langsung dirujuk Ke RSUD Kandou. Mungkin karena penyakitnya mulai parah," ujar Grafie Bujung, petugas gizi dan bidan di Desa Pinabetengan. (fista tulungen)



































