Pasca Pilkada Sangihe, Sejumlah ASN Dirundung Galau


Tahuna, ME

Perhelatan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Sangihe 2017 sudah selesai. Saat ini, masyarakat sedang menantikan tahapan selanjutnya, yakni rekapitulasi di tingkat kabupaten serta penetapan pasangan calon peraih suara terbanyak.

Ditengarai, pasca pelaksanaan pesta rakyat Sangir tersebut, sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) dirundung perasaan galau. Mereka was-was dengan posisi atau jabatan yang saat ini diemban. Pun, risau hati muncul akibat perbedaan pilihan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu Kepala SKPD yang bersua dengan manadoexpress.co dan meminta namanya tidak dipublis. Katanya, inilah konsekwensi ketika ASN terjun ke dunia politik praktis.

“Apalagi secara terang-terangan bersikap tidak netral. Tentunya kita sudah memahami hal ini. Selain melanggar PP 53, kami juga merasa khawatir dengan posisi yang saat ini kita pegang. Namun demikian, itu normative,” kata sumber.

Fenomena seperti ini selalu terjadi saat pasca Pemilukada di Sangihe. Yang pasti, siapapun ASN yang melibatkan diri dalam Pilkada Sangihe ini, harus berani bertanggung jawab serta bersikap ksatria,” sambungnya.

Ketika disinggung soal ini, Sekda Sangihe, Edwin Roring SE ME menuturkan, sebagai seorang ASN hendaklah terus bekerja sesuai dengan tupoksi. Katanya, tidak usah memikirkan akibat dari hasil Pilkada. Menurut Sekda, selaku ASN tentunya, harus siap mengemban amanah di mana saja, sesuai dengan tugas yang diberikan.

“Mari kita menghormati hasil Pilkada. Jadi, siapapun yang nantinya menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sangihe periode 2017-2022, itulah yang menjadi pemimpin kita ke depan. Kita harus loyal, karena siapapun dia, tetaplah pemimpin kita,” kunci Roring. (christian abdul)



Sponsors

Sponsors