Tiga Hari Banjir di Paslaten Belum Surut


Kakas, ME

Selang tiga hari terakhir belasan rumah di Desa Paslaten, Kecamatan Kakas masih terendam banjir. Air yang tak kunjung surut itu membuat masyarakat di desa tersebut menjadi resah.

Edy Lontaan, warga Desa Paslaten kepada manadoexpress.co menjelaskan banjir tersebut terjadi sejak Minggu (19/2/2017). Menurut dia banjir terjadi akibatkan banyak sampah yang mengalir ke desa tersebut sehingga membuat saluran dibeberapa rumah warga tersumbat dan mengakibatkan air menjadi tergenang.

"Salah satu faktor penyebab banjir ini karena sampah yang sembarang saja di buang orang, makanya jadi seperti ini," ujarnya, Selasa (21/2/2017).

Lontaan mengatakan kalau banjir tersebut bukan pertamakalinya terjadi di Desa Paslaten.

"Kalau hujan lebat seperti dua hari lalu, pasti seperti ini lagi. Dan kejadian banjir ini sudah sering terjadi di desa kami," katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ferry Tiwou warga Desa Paslaten. Kepada media ini dia menjelaskan kalau bukan hanya di Desa Paslaten saja yang terkena banjir tapi dua desa di Kecamatan Kakas juga ikut merasakanya.

"Sebenarnya bukan hanya di Paslaten saja yang kena, tapi Desa Tounelet dan Kaweng juga ikut kena dampak akibat hujan dua hari lalu. Tapi di dua desa tersebut sudah mulai surut, yang parah itu di desa kami ini," terangnya.

Dia pun mengatakan kalau saat ini Pemerintah belum memberikan bantuan untuk beberapa warga yang terkena banjir. Mereka juga berharap agar pemerintah dapat secepatnya mencarikan solusi untuk mengatasi banjir tersebut.

"Memang saat ini kami belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, hanya kunjungan dari pihak kepolisian dan anggota dewan saja. Kami lebih harapkan juga yaitu pemerintah dapat mencari solusi agar banjir dapat secepatnya surut dan tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Dari pantauan manadoexpress.co, ketingian air tersebut sekira betis orang dewasa. Beberapa masyarakat yang rumahnya tergenang banjir pun membuat jembatan untuk penyeberangan. (fista tulungen)



Sponsors

Sponsors