Peternak di Sonder Rugi Miliaran Rupiah


Sonder, ME

Puluhan peternak babi di Desa Tounelet, Kecamatan Sonder mengalami kerugian akibat banjir yang melanda desa tersebut, Minggu (19/2/2017) kemarin. Dalam kejadian itu ratusan babi milik peternak menghilang dan belum ditemukan.

Elen Keset, seorang peternak babi di Desa Tounelet kepada manadoexpress.co, Senin (20/2/2017) mengatakan kalau dirinya mengalami banyak kerugian. Pasalnya ratusan babi yang dia miliki hanya sekira 10 ekor yang baru ditemukan. Bukan hanya itu saja, makanan untuk hewan juga ikut lenyap saat banjir kemarin hari.

"Rata-rata babi saya yang hilang masih menyusui dan babi yang berumur sekitar dua bulanan. Saat ini saya beserta keluarga masih mencari babi-babi tersebut. Kerugian saya saat ini mencapai lebih dari 600 juta," ujarnya.

Keset mengatakan kalau bukan hanya dirinya yang mengalami kerugian besar tersebut. Puluhan peternak di desa Tounelet juga bernasip sama seperti dia.

"Sebenar masih banyak lagi peternak yang kehilangan hewan ternak mereka, mulai dari balasan ekor hingga ratusan ekor seperti saya," katanya.

Hukumtua Desa Tounelet, Betfien Tendan, kepada media ini menuturkan kalau saat ini ada lebih dari 50 kepala keluarga yang memelihara babi dan kehilangan ternak mereka. Peternak ikan mujair juga ikut merugi karena banyak yang terbawah air akibat banjir kemarin.

"Dari data kamarin sebanyak 50 kepala keluarga yang saat ini kehilang babi mereka, dan masyarakat masih mencarinya. Peternak ikan juga ikut merugi karena banyak ikan yang terbawah air," jelasnya.

Dia mengatakan kalau kerugian yang ditaksir saat ini mencapai miliaran rupiah. Saat ini aparat desa beserta masyarakat akan melakukan kerja bakti untuk memperlancar kembali aliran air yang berada dekat dengan peternakan tersebut. Mereka juga berharap nantinya kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

"Kami beserta masyarakat saat ini akan melakukan kerja bakti untuk membuka bendugan-bendungan kecil agar aliran air bisa masuk ke sawah. Yah namanya juga alam, kejadian seperti ini tidak bisa kita prediksi, semoga saja tidak terjadi lagi,"ujarnya. (fista tulungen)



Sponsors

Sponsors