JWS Tak Akan Terbendung di Pilkada Minahasa 2018

Menanti Kejutan di Pilkada Minahasa 2018


Tondano, ME

Meksi Sahensolar SPi

Pengamat Politik Minahasa

 

Kabupaten Minahasa dianggap sebagai barometer politik di Sulut karena daerah ini banyak melahirkan pemimpin yang handal di daerah Nyiur Melambai, bahkan tokoh-tokoh nasional. Sehingga Minahasa menjadi impian juga incaran para elit politik bahkan partai-partai raksasa di Sulut.

Minahasa adalah kabupaten Induk. Hal ini dilihat dari jumlah pemilih di daerah ini cukup signifikan. Berbeda jika dibandingkan dengan daerah-daerah pemekaran lainnya.

Partai Golkar mempunyai sejarah yang eksklusif, dimana hampir setengah abad, Minahasa dibawa kekuasaan partai pohon beringin. Untuk mengalakan kekuatan yang sudah mengakar, adalah hal yang mustahil.

Pesta demokrasi 2018 nanti tentunya kita tidak bisa tiggalkan begitu saja peristiwa bersejarah pilkada pada 12 Desember 2012 yang lalu. 

Saya menjadi saksi sejarah dimana saat itu Partai Golkar sangat berkuasa dengan mengusung pasangan Careih N Runtu - Denny J Tombang (CNR - DJT). Dua partai pemenang Pileg di Minahasa dan secara nasional serta memiliki lebih dari setengah kursi di Parlemen, menjadikan Paslon ini "mustahil untuk dikalahkan" saat itu.

Keyakinan CNR-DJT untuk memenangkan pertarungan kala itu sangatlah objektif. hal tersebut diperkuat dengan beberapa faktor penunjang saat itu seperti survei hampir 50% juga infrastruktur seperti birokrat pemerintah, hukumtua serta instrumen instrumen lainnya yang besar dugaan dikuasai oleh incumbent yang notabene ayah kandung CNR.

Ada hal yang menarik terjadi kala itu, PDIP hanya memiliki tujuh kursi di DPRD Minahasa untuk mengusung pasangan calon Jantje W Sajow - Ivan Sarundajang (JWS- IVANSA), dengan start hasil survei, jauh dibawa lawan hanya berkisar delapan 8% menurut Lembaga Survey Saiful Munjani. Tak sampai disitu, rasa pesimis dan ketakutan melanda partai pengusung, karena rapat internal digelar, dan hasilnya JWS-IVANSA disarankan harus mundur untuk tidak ikut Pilkada.

Lebih miris lagi, saat itu JWS dalam keadaan underpresure dikarenakan hak yang diberikan konstitusi kepada JWS sebagai Wakil Bupati, "dikebiri". Hal tersebut membuat semua pejabat ketakutan dan tidak satupun yang berani mendekati JWS.

Namun, di menit menit terakhir ada hal yang menarik. Alam berpihak tanpa direkayasa, hasil survei JWS-IVANSA meroket sehingga dukungan dari internal partai pendukung hampir tak terbendung. Kendati anak mantan Hukum Tua Koka ini tidak melakukan apa apa.

Kurang lebih lima bulan saya mengikuti proses tersebut. Banyak hal yang saya lihat, dengar dan rasakan. Akhirnya saya berkesimpulan dan kita klaim bahwa JWS memang "Rajanya Gambler Politik". Karna selama ini kita belum pernah temui Tokoh- tokoh politik di Minahasa sama dengan beliau.

Bicara tentang kesiapan hadapi Pilkada, saya hampir setiap saat dan kesempatan mendampingi JWS, dapat di katakan sangat sangat siap.

JWS selalu mengatakan segalanya siap. Dalam politik tidak ada lawan atau kompetiter yang lemah, siapapun yang sudah menyatakan diri untuk maju di pilkada pasti sudah siap dana apalagi mental karena Tuhan hanya memberikan kemengan untuk satu pasang artinya siap menang juga siap kalah tegas.

Di tempat terpisah, ketika kami berkunjung di salah satu Warung kopi ternama Kecamatan Kawangkoan , sambil menikmati minuman khas tempat tersebut, ada sekelompok pengunjung terlihat cukup serius terdengar mendiskusikan siapa pasangan yang bakal mendampingi JWS di Pilkada Minahasa 2018.

Roger tangkulung ketika berbincang memberikan tanggapan serta analisa menjelang Pilkada Minahasa 2018 nanti. Menurutnya JWS masih terlalu tangguh untuk dikalahkan para lawan-lawan politiknya. Hal tersebut bukan tidak beralasan.

"Berangkat dari itu," Roger ingat persis ketika fenomena itu terjadi, dimana ada perbedaan yang sangat menyolok dalam berbagai aspek diantara kedua Paslon tersebut , terlebih posisi JWS saat itu dalam serba "keterbatasan". Kalah dari dukungan, kalah dari finansial, kalah dari jumlah partai pendukung,pokonya kalah segalanya, kenang Roger.

Dia mengatakan pengalaman JWS serta didukung dengan latar belakang akademis, membuat semua langkah yang diambil JWS serba terukur. Walaupun dalam keadaan yang sulit, JWS mampu membalikan keadaan dari tidak mungkin menjadi mungkin. Secara mengejutan dalam perhitungan akhir JWS menang 3.000 suara terpaut 15 persen dari pasangan yang diusung Golkar dan Demokrat. 

Akhirnya kekuasaan dinasti yang telah mengakar dari era tahun tujuh puluhan diluar dugaan runtuh ditangan mantan Guru SMA Kristen Elfata, juga pernah menjadi Guru honor di 10 sekolah menengah atas.

Kepalad saya, Tangkulung mengatakan ternyata di Minahasa uang bukan segalanya. masyarakat Minahasa mempunyai budaya dan prinsip untuk menetukan pilihan mereka. Alasannya menjadi pemimpin Minahasa itu harus mampu meyakinkan ke masyarakat bahwa program yang dikampanye kan betul betul akan mampu dilakukan. Terlebih rakyat Minahasa saat itu sangat merindukan adanya perubahan, khususnya Kota Tondano.

Banyak Kalangan memprediksi dengan Kesederhanaan dan latar belakang profesi guru, semenjak dilantik 17 Maret 2013, JWS tidak akan sanggup memimpin dan menjalankan roda pemerintahan lima tahun di Minahasa. Namun diluar dugaan berbagai tanggapan miring, JWS mampu mematahkan semua anggapan tersebut. Bahkan banyak kejutan yang JWS lakukan yang selama ini pemimpin terdahulu belum pernah lakukan. 

Untuk menyenangkan hati Rakyat Minahasa, dalam Perayaan Natal Nasional Desember 2017, secara mengejutan JWS mampu menghadirkan orang nomor satu di Republik ini, Presiden Joko Widodo. Juga ikut mendampingi kurang lebih lima belas menteri kabinet kerja serta Kapolri dan Panglima TNI. Hal tersebut sudah pasti belum pernah terjadi di Tondano.

Prestasi JWS tidak sampai disitu, dari segi tatacara mengelola admintrasi uang negara, melalui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dua Tahun berturut turut Minahasa mendapatkan opini Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Juga pada 2015 hanya Kabupaten Minahasa yang menerima DID. Di penghujung Tahun 2016 Kabupaten Minahasa di bawah kepemimpinan JWS kembali menerima penghargaan berupa dana insentif. 

Banyak yang mengapresiasi kepemimpinan JWS," kata Alfons, masyarakat asal Tombasian Kecamatan Kawangkoan yang berprofesi sebagai supir truk. Dia merasa puas atas kepemimpinan JWS, dimana pembangunan infrastruktur jalan di desa, semua telah diaspal.

"kita so sedap sekali jaga bawa matrial sekarang. beda rupa dulu, Pokoknya, kalu JWS ba calon Bupati ulang 100 persen pasti menang," tegas Alfons saat berbincang dengan saya.

Pada kesempatan lain, pemerhati politik di Minahasa, Hard Walintukan, ketika ditemui diselah selah kesibukannya mengatakan bahwa sangat sulit jika ada kejutan di Pilkada 2018. 

Alasannya, semua yang akan berkompetisi harus berhitung betul. Karena yang akan mereka lawan incumbent. Dimana ada segudang pengalaman serta kharisma yang melekat dalam diri beliau (JWS) serta proses perjalanan karir politiknya yang hampir tidak dimiliki oleh politikus lain yang ada di Minahasa. 

"Kecuali ada yang gambler politik, yang memang sengaja finansialnya untuk disumbangkan kepada rakyat Minahasa. Tapi jangan lupa, JWS juga adalah gambler politik," imbuh Walintukan.

Untuk menghilangkan rasa penasaran, kamipun menghubungi JWS via seluler Kamis (18/2/2017) dan menanyakan, dengan pengalaman dan kepiawaian serta matang dalam berpolitik, sehingga Pak JWS berhasil memenangkan berbagai event politik termasuk Pilpres, Pilgub, juga Pileg di Minahasa.

Spontan JWS menjawab semua kesuksesannya karena Tuhan sedang bekerja mengubah Minahasa dan sedang melakukan transformasi bagi rakyat. Stigma kota mati hilang karena campur tangan Tuhan dan tentunya tidak lepas dari polesan tangan dinginnya Olly Dondokambey, Ketua DPD PDIP Sulut yang mampu mengubah konstalasi politik Sulut," kata JWS saat itu. (lucky kawengian)



Sponsors

Sponsors