Foto: Kondisi longsor di Ranowangko yang telah dibersihkan. Nampak Goa Jepang masih tertutup longsor
Cari Solusi Terbaik Lindungi Pengendara dan Situs Goa Jepang
Tondano, ME
Warga Kawangkoan meminta Pemkab Minahasa melakukan pengerukan untuk normalisasi tebing yang longsor di Ranowangko, Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara. Mereka menilai tebing tersebut tidak lagi stabil dan bisa kembali longsor kapan saja.
Sanny Pangkerego, warga yang biasa melintas di jalan tersebut menuturkan tebing setinggi sekira 20 meter di Ranowangko terlihat sangat rentan longsor. Dinding tebing tegak dan terlihat ada retakan tanah bekas longsor.
"Tebing itu terlihat bisa longsor karena ada rekahan besar. Kami khawatir jika hujan maka longsor susulan bisa kembali terjadi. Jangan sampai ada korban tertimbun longsor baru ada tindakan dari pemerintah," ujarnya.
Pantauan manadoexpress.co, nampak masih ada material longsor yang belum diangkat sejak kejadian longsor beberapa bulan lalu. Bahkan Situs sejarah Goa Jepang masih tertutup material longsor. Pada bagian kiri atas terlihat tanah yang retak dan sedikit menggantung.
Kepala Bagian Humas Pemkab Minahasa, Moudy Pangerapan saat dikonfirmasi terkaiti mengatakan pihaknya telah mencermati keluhan warga tersebut. Namun kondisi di Ranowangko berbeda karena pada lokasi longsor terdapat situs wisata budaya Goa Jepang.
"Normalisasi tebing seperti pengerukan untuk pembuatan terasering bisa dilakukan namun harus tetap memperhatikan situs Goa Jepang supaya tidak rusak. Pemkab Minahasa sedang melakukan kajian soal langkah yang akan dilakukan untuk melindungi pengendara dari bahaya longsor. Dilain pihak juga dipikirkan bagaimana pekerjaan itu tidak merusak situs wisata Goa Jepang," ujarnya.
Pangerapan menuturkan hal lain yang dikaji adalah status kepemilikan lahan diatas tebing. Pihaknya belum yakin apakah tanah pada bagian atas tebing milik pemerintah atau milik warga. (lucky kawengian)



































