Foto: Puluhan warga Desa Talikuran melakukan aksi demo di depan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6
Puluhan Warga Demo di PLTP Lahendong Unit 5 dan 6
Tompaso, ME
Puluhan warga Desa Talikuran, Kecamatan Tompaso melakukan aksi demo di depan komplek fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6, Kamis (19/1/2017). Mereka berorasi mengkritik sikap PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong yang dituding tidak transparan dalam perekrutan tenaga kerja.
Aksi tersebut berjalan damai dan mendapat pengawalan polisi. Para pendemo membawa spanduk yang berisi tulisan mengecam sikap PT PGE Lahendong yang dituding tidak berpihak pada tenaga kerja lokal. Para pendemo bahkan menggantung spanduk mereka pada gerbang utama fasilitas tersebut.
Setelah melakukan negosiasi, para pendemo bersedia melakukan pertemuan dengan perwakilan PT PGE Lahendong di Balai Desa Talikuran.
Tokoh pemuda Desa Talikuran, Angga Lampus kepada manadoexpress.co mengatakan dalam pertemuan tersebut tidak ada kesimpulan soal perekrutan tenaga kerja.
"Dari pertemuan kami dengan pihak PT PGE Lahendong belum ada kejelasan. Banyak hal yang kami tanyakan tidak bisa dijawab secara sempurna oleh PT PGE Lahendong," ujarnya.
Tuntutan yang disuarakan masyarakat adalah transparansi perekrutan tenaga kerja. Warga juga meminta ada kejelasan berapa orang tenaga kerja yang akan diterima.
"Hal paling penting adalah memberdayakan tenaga kerja lokal. Semua tenaga kerja yang akan direkrut harus berasal dari Tompaso," tuturnya.
Humas PT PGE Lahendong, Dimas Wibisono mengatakan proses perekrutan tenaga kerja ini sepenuhnya tanggungjawab Kopkarmila sebagai pihak ketiga yang dipekerjakan PT PGE Lahendong.
"Kami (PT PGE Lahendong) tidak terlibat langsung dalam perekrutan tenaga kerja. Ada pihak ketiga yang ditugaskan melaksanakan perekrutan ini," ujarnya.
Pertemuan tersebut tidak memuaskan warga. Menurut mereka PT PGE Lahendong seakan tidak bisa memberikan jaminan kalau semua tenaga kerja yang akan direkrut diambil dari Kecamatan Tompaso.
"Kami akan terus melakukan aksi demo jika ada orang luar yang bekerja disini. Kami tidak tawar menawar dengan PT PGE Lahendong karena semua tenaga kerja harus orang lokal," tuturnya. (fista tulungen)



































