Foto: Benteng Moraya yang menjadi tempat wisata unggulan di Tondano
Perputaran Uang di Sektor Pariwisata Bisa Capai Rp50 Miliar
Tondano, ME
Program Pemkab Minahasa yang berusaha memaksimalkan potensi pariwisata dinilai sebagai langkah tepat untuk menggerakkan ekonomi daerah. Perputaran uang dari sektor ini diperkirakan bisa mencapai sekira Rp50 miliar setahun.
Hendrik Sondakh, pemerhati ekonomi di Sulut saat diwawancarai manadoexpress.co, Kamis (19/1/2017) menjelaskan target Pemkab Minahasa untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini sampai 200.000 orang memang bukan perkara mudah. Namun bukan berarti target tersebut tidak bisa tercapai.
Menurutnya capaian kunjungan wisatawan ini bisa dicapai karena Pemprov Sulut juga sedang memaksimalkan potensi pariwisata. Promosi secara bersama-sama akan saling menguntungkan dan menunjang antara Pemprov Sulut dang Kabupaten Minahasa, serta kabupaten/kota lain di Sulut.
"Pemkab Minahasa harus cerdas mengarahkan wisatawan yang datang ke Sulut untuk berkunjung ke Minahasa. Program Pesona Minahasa 2017 yang berisi berbagai festival budaya dan kesenian bisa menjadi penarik perhatian wisatawan," ujarnya.
Sondakh yang juga adalah akademisi ini menuturkan sektor pariwisata bisa memberikan pendapatan yang besar untuk daerah dan masyarakat jika dikelola maksimal.
"Hitungan sederhananya seperti ini, andaikan target 200.000 wisatawan hanya bisa dipenuhi 50 persen, artinya ada 100.000 wisatawan yang berkunjung ke Minahasa. Jika setiap wisatawan mengeluarkan uang sekira Rp500.000 untuk makan, minum, dan belanja souvenir, maka total perputaran uang mencapai sekira Rp50 miliar setahun," ujarnya.
Sondakh mengatakan semua uang ini paling banyak berputar pada masyarakat yang menyediakan jasa disekitar lokasi wisata. Artinya sektor pariwisata memberikan kontribusi yang besar untuk peningkatan ekonomi masyarakat.
Bupati Minahasa, Jantje W Sajow (JWS) saat meluncurkan program Visit Minahasa 2017 mengatakan sektor pariwisata penting untuk dikembangkan. Sektor ini diyakini bisa menjadi penggerak ekonomi daerah khususnya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Pemkab Minahasa menyiapkan berbagai fasilitas untuk digunakan masyarakat supaya bisa mendapat pemasukan dari pariwisata. Contohnya komplek Benteng Moraya akan disediakan tempat berjualan makanan dan souvenir. Semakin banyak wisatawan yang datang maka semakin banyak yang berbelanja dan artinya semakin banyak penghasilan untuk masyarakat," ujarnya.
JWS meminta dukungan semua elemen masyarakat di Minahasa untuk menunjang program Visit Minahasa 2017. Cara paling sederhana yang dilakukan misalnya menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. (lucky kawengian)



































