Foto: Pertemuan mediasi antara warga Desa Talikuran dengan PT PGE Lahendong di Polres Minahasa
Warga Talikuran Ancam Demo di PLTP Unit 5 dan 6
Tondano, ME Pertemuan mediasi antara warga Desa Talikuran, Kecamatan Tompaso dan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong tidak mendapat kesepakatan bersama. Perwakilan PT PGE Lahendong tidak bisa memberikan jawaban pasti soal tuntutan perekrutan tenaga kerja yang diminta masyarakat. Pertemuan yang difasilitasi Polres Minahasa ini dilakukan di ruangan Kasat Intel Polres Minahasa, Rabu (18/1/2017). Perwakilan masyarakat yang berjumlah sekira tujuh orang terlibat perdebatan dengan Julian Lendeng yang adalah perwakilan dari PT PGE Lahendong. Tokoh pemuda Desa Talikuran, Rocky Poli menjelaskan tuntutan mereka adalah transparansi perekrutan dan jumlah tenaga kerja di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong unit 5 dan 6 di Tompaso. Selain itu mereka mendesak PT PGE Lahendong memberdayakan tenaga kerja lokal dari wilayah Tompaso. "Tuntutan ini telah kami sampaikan namun pihak PT PGE Lahendong tidak bisa memberikan jawaban. Pertemuan ini tidak menghasilkan keputusan apa-apa sehingga kami akan melakukan aksi demo dekat lokasi PLTP Lahendong unit 5 dan 6," ujarnya. Kekesalan warga muncul karena PT PGE Lahendong terkesan sembunyi-sembunyi melakukan perekrutan tenaga kerja. Tidak ada sosialisasi perekrutan tenaga kerja. Perwakilan PT PGE Lahendong, Julian Lendeng mengatakan perekrutan tenaga kerja telah dilakukan sesuai prosedur. Menurutnya pihaknya menggunakan jasa pihak ketiga dalam proses perekrutan tenaga kerja tersebut. "Perekrutan tenaga kerja dilakukan pihak ketiga. Kami hanya menerima laporan proses perekrutan tersebut," ujarnya dalam pertemuan tersebut. (lucky kawengian)



































