Foto: Petani di Tompaso berusaha menyelamatkan tanaman cabai yang rusak karena angin kencang
Angin Kencang Rusak Tanaman Cabai di Tompaso
Tompaso, ME
Hujan deras dan angin kencang yang terjadi Minggu (8/1/2017) tidak hanya membuat puluhan pohon tumbang, namun juga merusak tanaman pertanian di Minahasa. Puluhan petani di Kecamatan Kawangkoan, Tompaso, dan Langowan terancam merugi karena tanaman mereka rusak.
Pantauan manadoexpress.co, Senin (9/1/2017) terlihat banyak tanaman jagung, padi, tomat, dan cabai roboh karena terpaan angin kencang. Dalam kondisi seperti ini hasil panen dipastikan tidak akan maksimal.
Jefki Lumenta, petani di Desa Tumaratas, Kecamatan Langowan Barat mengatakan banyak tanaman tomat miliknya yang rusak. Patok bambu yang digunakan untuk menahan tanaman tidak cukup kuat menahan terpaan angin kencang.
"Diperkirakan hasil panen ini tidak akan mencapai 100 persen, karena cukup banyak tanaman tomat saya yang rusak dan rebah akibat badai kemarin," ujarnya
Menurut dia bukan hanya tanaman miliknya yang terkena dampak cuaca buruk kemarin. Banyak tanaman milik petani lain seperti jagung yang bernasib sama dengannya.
”Kalau sudah seperti in pasti rugi. Tanaman yang telah rebah tidak lagi berbuah,” katanya.
Selain itu, petani cabai juga merasakan hal yang sama. Fini Pantow seorang petani di Tompaso mengatakan dirinya megalami kerugian cukup banyak. Cabai yang dia tanaman, sekitar 35 persen rusak akibat hujar deras kemarin.
"Cabe merah saya banyak yang rusak karena cuaca kemarin. Sebenarnya hari ini saya sudah panen, tapi mengigat kondisi tanaman yang kurang baik karena badai kemarin, jadi panen akan dilakukan besok. Tanaman yang rusak akan dicabut dan diganti cabai yang baru," tuturnya.
Fini mengaku tidak dapat berbuat banyak setelah mengetahui tanaman cabainya banyak yang rusak.
“Mau bagaimana lagi namanya juga alam, hanya bisa berusaha agar cabai yang lain tidak ikut rusak ” keluhnya. (fista tulungen)



































