Petani di Minahasa Terancam Merugi
Tompaso, ME
Petani di Kecamatan Kawangkoan, Tompaso, dan Langowan terancam gagal panen. Tanaman mereka dikhawatirkan tidak memberikan hasil terbaik karena tidak dipupuk tepat waktu.
Frangky Rori, petani di Desa Liba, Kecamatan Tompaso mengatakan usaha pertanian saat ini semakin sulit karena kelangkaan pupuk bersubsidi. Menurutnya jika memaksakan membeli pupuk non subsidi maka biaya operasional mereka semakin tinggi. Akibatnya penghasilan bersih dari usaha pertanian ini menurun drastis.
"Pupuk bersubsidi harganya sekira Rp100.000 per sak (50 kg), jauh lebih murah dibanding pupuk non subsidi yang harganya sekira Rp9.000 per kilogram, atau sekira Rp450.000 per sak (50 kg). Penghasilan kami bisa turun drastis jika memaksakan diri menggunakan pupuk nonsubsidi," ujarnya.
Rori mengatakan jika tidak menggunakan pupuk maka dipastikan hasil dari tanaman mereka tidak maksimal.
"Dalam kondisi seperti ini kami semakin sulit menjalankan usaha pertanian. Penjualan hasil tanaman sering tidak menentu," tuturnya. (fista tulungen)



































