Pupuk Bersubsidi Langka di Minahasa
Tompaso, ME
Petani di Kecamatan Tompaso dan Langowan mengeluh tidak bisa mendapat pupuk bersubsidi. Semua penjual pupuk didaerah tersebut mengaku kehabisan stok pupuk bersubsidi.
Alo Najoan petani asal Desa Kamanga, Kecamatan Tompaso kepada manadoexpress.co, Jumat (6/1/2017) mengatakan kondisi ini jelas mempersulit petani. Saat ini mereka sangat membutuhkan pupuk bersubsidi karena sebagian petani akan memulai musim tanam.
"Sudah lebih sepekan kami mencari pupuk bersubsidi, khususnya pupuk urea. Saat ini sudah waktunya kami memupuk tanaman namun tidak ada pupuk. Kami sudah keliling ke semua toko penjual pupuk namun tidak ada stok," ujarnya.
Bernat, petani asal Lagowan mengatakan kalau sudah dua pekan dirinya sulit mendapatkan pupuk bersubsidi. Menurutnya hanya tersedia pupuk non subsidi yang harganya mahal.
"Sudah dua pekan ini pupuk bersubsidi menjadi langka. Saya sampai mencarinya diluar Kecamatan Langowan namun tidak ada. Pupuk jenis urea paling langka padahal sudah waktunya padi saya diberi pupuk," ungkapnya.
Dari penelusuran manadoexpress.co sejumlah toko yang ada di Kecamatan Kawangkoan, Tompaso dan Langowan belum tersedia pupuk bersubsidi.
"Memang sudah lebih dua pekan ini pupuk bersubsidi langka. Apalagi yang paling banyak di cari petani jenis Urea belum ada. Katanya bulan ini akan masuk, yah kita tunggu saja mudah-mudahan secepatnya ada. Kasihan para petani kesulitan mencari pupuk," kata Yul penjual pupuk asal langowan.
Merekapun berharap kalau pemerintah dapat secepatnya mengatasi dan mengambil kebijakan terkait kelangkaan pupuk seperti ini. (fista tulungen)



































