Opa Oskar dan Oma Marin Tidak Bisa Hadiri HUT Cucu


Tompaso, ME

Keluarga dari Oskar Langi (86) dan Marin Langi (76) sangat terpukul atas meninggalnya orangtua mereka ini. Kejadian tabrak lari pada Minggu (18/12/2016) tidak pernah mereka sangka dan tidak pernah mereka inginkan.

Saat ini dalam rumah sederhana tersebut terbaring dua sosok manusia yang banyak menginspirasi keluarga mereka dan masyarakat sekitar. Jenazah Opa Oskar dan Oma Marin dibaringkan dalam dua peti mati yang diletakkan berdampingan. Seolah menunjukkan bahwa cinta kasih suami isteri ini sangat kuat sehingga mati pun bersama-sama.

Anita Langi, anak korban kepada manadoexpress.co, Senin (19/12/2016) berkisah, kalau semasa hidup keduanya merupakan sosok orang tua yang sangat ramah dengan keluarga dan kerabatnya. Opa Oskar dan Oma Marine disebut banyak menginspirasi orang lain karena sikap pantang menyerah mereka dan selalu beraktifitas walau diusia senja.

"Semasa hidup kedua orang tua kami itu sangat baik dan ramah. Mereka tidak pernah marah kepada kami anak-anak dan sangat penyayang pada cucu-cucu. Sesusah apapun kehidupan, mereka tetap selalu mengutamakan kebahagiaan kami," tuturnya.

Begitu juga Sonny Langi, anak pertama dari tiga bersaudara ini mengatakan, kalau kedua korban tersebut merupakan guru bagi mereka dalam menjalani kehidupan, serta begitu tegas dalam mendidik.

"Sifat dari kedua orang tua saya itu tidak bisa diucapkan dengan kata-kata, karena keduanya sangat baik kepada kami. Kalaupun mau marah pasti itu karena kami memang sudah buat kesalahan yang besar, tapi dalam keseharian mereka itu merupakan sosok yang sangat kami semua kagumi," ujarnya.

Dikatakan sonny, kalau dalam kejadian tersebut membuat perasaan keluarga sangat terpukul dan kecewa, karena kepergian mendadak dari kedua orang yang sangat mereka sayangi itu.

Keduanya juga mengatakan kalau sebelum orang tua mereka mengalami kejadian tersebut, ternyata kedua korban ingin melihat cucu yang akan merayakan ulang tahun yang pertama.  tapi sayang keduanya mengalami kejadian yang naas, sebelum perayaan itu di mulai.

"Mama dan papa sangat ingin menghadiri acara hari ulang tahun cucunya pada Senin (19/12/2016). Namun sayangnya mereka meninggal sehari sebelumnya saat hendak membantu mempersiapkan acara tersebut," ujar kedua anak korban. (fista tulungen)



Sponsors

Sponsors