Peduli Global Warming, Generasi Muda Pakuure Raya Lakukan Penghijauan
Tenga, ME
Aksi ratusan generasi muda di Desa Pakuure Tiga patut dicontohi. Bersama 5 desa di Pakuure Raya Mereka menjadi pelopor penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian dengan pemanasan global (global warming) yang terus terjadi. Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam di lereng Gunung Lolombulan, Hutan Toori, Kecamatan Tenga Jumat (16/12).
Penanaman pohon ini dipimpin langsung Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Elvis Kodongan dan diikuti seluruh Hukum Tua (Kumtua) Pakuure Raya serta generasi muda. Sebelum dilakukan penanaman diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. D. Losu-Mosey.
Kegiatan ini mungkin baru pertama kali dilakukan generasi muda Desa Pakuure Raya. Namun dengan aksi ini akan memberikan contoh yang baik bagi generasi muda di desa yang lain untuk berbuat hal yang sama.
"Generasi muda disini sangat peduli dengan ancaman global warming. Untuk itu sebagai bentuk kepedulian mereka mengandeng pemerintah desa untuk melakukan penanaman pohon," kata Kumtua Desa Pakuure Tiga, Jerry Bokau, Minggu (18/12).
Dia berpesan aksi ini bukan sekedar pamer semata tapi harus terus dilakukan. Karena dengan menanam akan menjaga sumber mata air dimasa yang akan datang untuk anak cucu nanti.
"Mari kita ciptakan mata air, bukan air mata. Jangan sampai kita berperang dengan alam sehingga dapat membawa becana. Saya juga mengimbau agar semua pemerintah desa yang ada di Pakuure Raya terus merawat apa yang sudah ditanam, sehingga program ini dapat terus awasi bukan hanya sekedar pohonnya ditanam," pesan Bokau.
Sementara itu, koordinator pelaksana kegiatan, Ferdy Ogi mengatakan sebagai generasi muda sudah seharusnya mereka menunjukan kepedulian dalam menangani ancaman global warming yang semakin membahayakan bumi. Karena salah satu dampak yang ditimbulkan global warming adalah sumber mata air terancam kering.
"Kita melakukan penanaman di areal hutan Toori karena dari sinilah sumber mata air yang mengaliri Desa Pakuure Raya dan desa lainnya di Kecamatan Tenga. Karena itu kita patut bersyukur masih menikmati melimpahnya air di Pakuure Raya," kata Ori.
"Kita masih diingatkan Tuhan, lewat orang-orang yang memotivasi kegiatan ini untuk menjaga dan melestarikan Hutan Toori sebelum torang terlambat menyadari bahwa hutan itu harus terus dijaga dan dilestarikan," tambah Ogi. (jerry sumarauw)



































