Caleg DPR Ini Siap Rumahnya Dilempar Bom Molotov


Jakarta, ME

Calon legislatif (Caleg) DPR dari Partai Gerindra, Dona Yurike Sidabutar, Jumat (12/07), menyatakan, menyiapkan rumahnya untuk dilempari bom molotov apabila terbukti berbohong atau ingkar merealisasikan janjinya yang tertuang dalam kontrak berkekuatan hukum.

 

Dalam kontrak tersebut caleg perempuan Daerah Pemilihan Sumatera Utara I itu juga melampirkan alamat rumah miliknya dan mertuanya yang disiapkan sebagai target bom molotov.

 

Bahkan, Dona juga siap dipermalukan dan diludahi wajahnya jika ingkar janji untuk menyerahkan seratus persen gaji dan uang resesnya kepada dapilnya. "Saya mengapresiasi niatan Dona dari Partai Gerindra yang ingin menjadi panutan bagi caleg lain dengan membuat kontrak bernilai hukum. Namun, terdapat kecenderungan caleg yang sudah duduk di parlemen akan mengingkari janjinya," kata Wakil Sekjen Partai Hanura yang menjadi pembicara bersama Dona satu diskusi di Gedung Sarinah, Jakarta Jumat (12/07).

 

Meski begitu, Dona yakin surat kontrak tiga halaman yang telah dia sebarkan kepada masyarakat di Sumatera Utara dapat menjadi alat untuk mengingatkannya selalu bekerja secara bersih sesuai amanat rakyat. "Surat kontrak atau yang saya sebut janji iman ini bernilai hukum. Jadi apabila saya berbohong, silakan laporkan saya ke polisi karena sudah ada bukti hitam di atas putih (surat kontrak)," ujar Dona.

 

Dia berharap, surat kontrak itu dapat menjadi inspirasi sekitar 21 ribu caleg se-Indonesia. Sehingga, dapat menjadi pengingat untuk terus bekerja dan melayani rakyat.

 

Dalam surat kontraknya, Dona berjanji siap mengundurkan diri jika memang dia ingkar janji memberikan 100 persen gaji dan uang reses untuk pembiayaan usaha di dapilnya. Dengan kata lain, dia telah mengambil risiko mengorbankan keluarganya jika dia berbohong. "Memang kita perlu menempuh langkah ekstrem untuk memberantas perilaku ingkar janji dan korupsi dari para anggota legislatif," katanya. (irn)

 

Foto : Ilustrasi



Sponsors

Sponsors