Minahasa Serukan Deklarasi Nusantara Bersatu


Tondano, ME

Semua elemen masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Minahasa satu suara menyerukan Deklarasi Nusantara Bersatu. Hal ini dilakukan dalam acara khusus yang digagas Kodim 1302 Minahasa di gedung Wale Ne Touw Tondano, Rabu (30/12/2016).

Kegiatan yang dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Minahasa, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan pelajar ini diisi berbagai orasi. Semua pihak memiliki pandangan yang sama, yaitu menolak semua bentuk tindakan disintegrasi bangsa, menolak paham radikalisme, serta semangat bersama mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Minahasa, Jantje W Sajouw mengatakan masyarakat Minahasa tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan yang berujung pada perpecahan bangsa. Rasa tolerasi dan kebersamaan antar warga telah terjalin baik dan menjadi bagian hidup masyarakat.

"Semua elemen masyarakat di Minahasa menyatakan deklarasi Nusantara Bersatu dan menolak semua bentuk paham radikalisme. Pemkab Minahasa menjadi pengawal persatuan warga," ujarnya.

Dandim 1302 Minahasa, Letkol CZI Andhi Kusuma mengatakan pihaknya sengaja menggagas kegiatan Deklarasi Nusantara Bersatu. Kegiatan ini serentak dilaksanakan di Kabupaten Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, dan Kota Tomohon.

"Saat ini isu perpecahan dan radikalisme menyeruak dan menjadi ancaman kesatuan NKRI. Kami ingin mengajak semua elemen masyarakat diwilayah tugas Kodim 1302 Minahasa untuk sama-sama menyuarakan persatuan dan keutuhan Republik Indonesia," tuturnya. (fista tulungen)



Sponsors

Sponsors