Dukung Gerakan Anti Pungli, Kepsek SMANTO ‘Warning’ Guru-guru


Tomohon, ME

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tomohon (SMANTO) sangat mendukung adanya gerakan anti pungutan liar (Pungli) yang menyeluruh di tanah air Indonesia. Kepala Sekolah (Kepsek), Dra Meytha J Tambegi MM mengingatkan, jajaran guru jangan sampai melakukan Pungli.

“Kami bersama seluruh guru yang ada, tidak berani minta-minta uang kepada siswa. Kalau ada guru yang kedapatan, akan ditindak tegas, apalagi ini sudah menyangkut hukum,” ketus Tambengi.

Dijelaskannya, jauh sebelum gerakan anti Pungli dideklarasikan di Kota Bunga, SMANTO juga telah menerapkan aksi tidak memungut uang kepada siswa. Hal tersebut dituturkan Tambegi saat bersua dengan manadoexpress.co, Senin (21/11).

“Sebelum Pungli dideklarasi, sudah lama kita tidak minta uang ke siswa. SMANTO sudah berkomitmen untuk tidak memungut biaya dalam bentuk apapun. Kan kita telah menerima dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan itu sudah ada pos-posnya. Kalau ada dana BOS, kenapa harus dibebankan kepada orangtua siswa,” tandasnya. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors