Foto: Panen padi dilakukan secara simbilis.
Liuw: Sempat Diserang Hama, Panen Padi Capai 80 Persen
Tomohon, ME
Panen Padi yang diaksanakan di Persawahan Worozon Woloan Dua Kecamatan Tomohon Barat merupakan wujud syukur petani. Ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kota Tomohon, Ir Ervinz Liuw MSi sebelum melakukan panen secara simbolik, Jumat (18/11).
“Dalam proses tanam, 30 Persen padi sempat diserang hama. Namun dengan upaya keras dari Petugas Penyuluh Lapangan, akhirnya hama dapat diatasi,” aku Liuw.
“Jadi, panen kali ini bukan perdana, tapi ini adalah syukuran petani karena masih bisa memanen padi sekira 80 Persen di lahan yang luasnya kurang lebih 116 Hekatar (Ha),” imbuhnya.
Ditambahnya, potensi padi di Kota Tomohon yang tercata sekitar 880 Ha. Tahun 2016, Tomohon mendapat bantuan bibit dari kementerian sesuai kesiapan petani, yakni untuk luas lahan 600 Ha.
Target pencapaian produksi panen, yakni 8000 Ton. Saat ini kata Liuw, jumlah produksi padi telah melebihi target, yaitu mencapai 8800 Ton.
Wali Kota Tomohon melalui Sekretaris Daerah Dr Arnold Poli SH MAP menambahkan, provitasi tanaman pangan komiditi padi di Kota Bunga, 55 kwintal/HA. Berdasarkan target produksi dari provinsi, 8639 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Sampai Oktober 2016, produksi padi telah mencapai 8.862 ton. Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Distanakan, sangat optimis bisa mencapai 10918 Ton GKG di Bulan Desember 2016.
“Dengan demikian, angka tersebut telah melebihi target yang telah disepakati oleh Pemkot Tomohon dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016,” ujar Poli saat sambutan.
Kegiatan panen padi ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolik kepada para kelompok tani (Poktan). Baik Poktan Pangan, Holtikultura maupun Peternakan.
“Kirannya bantuan tersebut dapat meningkatkan produksi pertanian di Kota Tomohon, khususnya kesejahteraan petani,” harap Poli.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Distanakan Sulut, Dr Arie Bororing MSi, Danramil 1302/06/Tomohon, Kapten Inf. Feky Welang, Kepala Balai Pengkajian Pertanian Sulut, Dr Jacklin Motulo, Anggota DPRD Frets Keles ST, Kaban Ketahanan Pangan, Ir Vonny Pontoh MBA, Kaban BP4K, Jantje Ering, Kaban PMPK, Max Mentu SIP. (hendra mokorowu)



































