Karang Taruna Hasilkan Kerajinan Tangan Dari Pohon Kelapa


Amurang, ME

Berawal dari ingin memberdayakan para anak muda, Karang Taruna Desa Teep Trans, Kecamatan Amurang Barat, membuat satu kerajinan tangan. Berbagai hasil karya seperti meja dan asesoris lainnya yang berbahan baku batang dan batok kelapa sudah siap dipasarkan.

"Jadi kita melihat peluang memberdayakan Karang Taruna desa. Dengan memanfaatkan bahan pohon kelapa mereka buat suatu kerajinan tangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi," kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Teep Trans, Alex Tambayong, saat memberi keterangan, Rabu (16/11).

Sebelum kegiatan ini berjalan dia menjelaskan, para anak muda ini terlebih dahulu mendapatkan pelatihan ekonomi kreatif karang taruna yang dilaksanakan pada 17 sampai 22 Oktober lalu. Dengan pelatihan tersebut mereka kini bisa mendapatkan ilmu mengenai cara membuat berbagai jenis kerajinan tangan.

"Mereka sangat antusias mengikuti pelatihan dan akhirnya sekarang sudah bisa menghasilkan berbagai produk unggulan seperti meja, kursi serta miniatur kapal dan lainnya yang bisa menjadi souvenir bagi para pengunjung yang datang di Minsel," terangnya.

Dia menjelaskan dilaksanakan pelatihan tersebut bertujuan untuk memberdayakan anak-anak desa yang putus sekolah dan yang belum mendapatkan pekerjaan.

"Lewat usaha ini tentu membuka lapangan kerja. Jadi setelah mereka menyelesaikan satu produk, mereka langsung dibayar. Jadi selain mengurangi pengagguran, karang taruna ini dibentuk sebagai media bagi mereka untuk berkreasi," paparnya.

Dalam menjalankan program ini dia mengatakan memang memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Untuk itu pemerintah desa memberikan anggaran sebesar Rp60 juta yang bersumber dari Dana Desa tahun 2016.

"Selain menggunakan dana desa tentu kedepan kita berharap dari pemerintah daerah lewat instansi teknis bisa memberikan bantuan bagi karang taruna di desa kami untuk mengembangkan usaha ini. Karena produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tak kalah bersaing dengan produk dari daerah jawa," jelasnya.

"Untuk produk-produk yang sudah dihasilkan belum ditentukan harga. Kita masih menunggu tim ahli dari kabupaten pendamping desa, nantinya mereka yang akan menganalisa berapa harga kerajinan ini," tambah Tambayong. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors