Petani Menjerit, Pupuk Menghilang Dipasaran
Amurang, ME
Petani di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali resah. Sudah tiga minggu lebih pupuk menghilang dipasaran. Hal ini membuat mereka menjerit. Mereka mengeluh lantaran sulitnya mendapatkan pupuk.
"Biasanya saya membeli pupuk di toko pengencer di Amurang, tapi untuk petani perorangan tidak bisa mendapatkan lagi," ungkap petani asal Desa Tawaang Barat, Kecamatan Tenga, Bomo Tumbelaka, saat memberikan keterangan kepada manadoexpress.co, Senin (14/11).
Selama ini dia menjelaskan terus mencari tapi tak kunjung mendapatkan pupuk. Padahal dia harus melakukan pemupukan terhadap tanaman jagung yang ditanamnya.
"Kalau tidak dipupuk, ini akan jadi makanan sapi," kesalnya.
Dia melihat pemerintah lebih memperhatikan kelompok tani dari pada petani perorangan. Dimana setiap tahun kelompok tani selalu mendapatkan batuan pupuk sementara petani perorangan tidak ada perhatian sama sekali.
"Banyak teman-teman juga mengeluhkan ini. Jadi kami berharap pemerintah lewat instansi terkait dapat melihat kebutuhan akan petani perorangan. Kalau bisa cek ke penyalur kenapa kelangkaan pupuk ini terjadi di toko-toko pengencer," harapnya. (jerry sumarauw)



































