Pengadaan Traktor Untuk Petani Tdak Jelas
Amurang, ME
Memasuki musim tanam banyak petani kesulitan mengelola lahan karena pengadaan traktor di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Minahasa Selatan, penggunaannya tidak jelas.
Seperti yang terjadi di Kecamatan Amurang Barat yang merupakan sentra jagung. Untuk mencari traktor petani sangat susah, sehingga lahan yang seharusnya sudah di olah menjadi lahan tidur.
"Bantuan traktor yang lalu hanya terpusat di Kecamatan Tumpaan dan Tatapaan. Sementara di daerah lain tidak," ungkap George Umpel petani asal Desa Teep Kecamatan Amurang Barat, Jumat (11/11).
George yang juga merupakan ahli Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional ini menilai penempatan traktor milik Distanak Minsel ini tidak adil. Seharusnya menurut dia penggunaan traktor ini di seluruh wilayah Minsel.
"Yang terjadi saat ini justru daerah sentra produksi jagung dilupakan sehingga lahan yang sangat luas menjadi lahan tidur," jelasnya.
Dia mengungkapkan untuk Kecamatan Amurang Barat ada sekitar 1.000 hektar lahan tidur yang tersebar di 10 desa dan kelurahan.
"Kami berharap operasional traktor harus adil jangan hanya kepentingan pejabat tertentu yang menangani traktor itu," sindirnya.
Dengan kondisi saat ini program pengembangan jagung seluas 5.500 hektar oleh Pemerintah Kabupaten Minsel menurut dia patut dipertanyakan.
"Jadi dengan alat traktor itu dipegang oleh pejabat, traktor tersebut bisa jadi besi tua. Ada baiknya traktor diberikan kepada kelompok yang profesional agar bisa menunjang program Pemkab dalam pencanangan penanaman 5.500 hektar jagung," ujarnya.
Sementara itu Kepala Distanak Minsel, Frans Tilaar saat dimintai keterangan terkait keluhan petani ini mengatakan bahwa yang terjadi saat ini 4 unit traktor yang ada sedang dalam kondisi tidak vit dan membutuhkan perawatan.
"Kelompok tani mana saja yang akan pakai kami berikan. Jadi tidak benar penggunaan traktor hanya terfokus di daerah tertentu. Tapi kebetulan saat ini 4 traktor yang ada akan dibenahi dulu agar bisa berfungsi dengan baik," jelas Tilaar. (jerry sumarauw)
Pengadaan Traktor Untuk Petani Tdak Jelas Amurang, ME Memasuki musim tanam banyak petani kesulitan mengelola lahan karena pengadaan traktor di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Minahasa Selatan, penggunaannya tidak jelas. Seperti yang terjadi di Kecamatan Amurang Barat yang merupakan sentra jagung. Untuk mencari traktor petani sangat susah, sehingga lahan yang seharusnya sudah di olah menjadi lahan tidur. "Bantuan traktor yang lalu hanya terpusat di Kecamatan Tumpaan dan Tatapaan. Sementara di daerah lain tidak," ungkap George Umpel petani asal Desa Teep Kecamatan Amurang Barat, Jumat (11/11). George yang juga merupakan ahli Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional ini menilai penempatan traktor milik Distanak Minsel ini tidak adil. Seharusnya menurut dia penggunaan traktor ini di seluruh wilayah Minsel. "Yang terjadi saat ini justru daerah sentra produksi jagung dilupakan sehingga lahan yang sangat luas menjadi lahan tidur," jelasnya. Dia mengungkapkan untuk Kecamatan Amurang Barat ada sekitar 1.000 hektar lahan tidur yang tersebar di 10 desa dan kelurahan. "Kami berharap operasional traktor harus adil jangan hanya kepentingan pejabat tertentu yang menangani traktor itu," sindirnya. Dengan kondisi saat ini program pengembangan jagung seluas 5.500 hektar oleh Pemerintah Kabupaten Minsel menurut dia patut dipertanyakan. "Jadi dengan alat traktor itu dipegang oleh pejabat, traktor tersebut bisa jadi besi tua. Ada baiknya traktor diberikan kepada kelompok yang profesional agar bisa menunjang program Pemkab dalam pencanangan penanaman 5.500 hektar jagung," ujarnya. Sementara itu Kepala Distanak Minsel, Frans Tilaar saat dimintai keterangan terkait keluhan petani ini mengatakan bahwa yang terjadi saat ini 4 unit traktor yang ada sedang dalam kondisi tidak vit dan membutuhkan perawatan. "Kelompok tani mana saja yang akan pakai kami berikan. Jadi tidak benar penggunaan traktor hanya terfokus di daerah tertentu. Tapi kebetulan saat ini 4 traktor yang ada akan dibenahi dulu agar bisa berfungsi dengan baik," jelas Tilaar. (jerry sumarauw)



































