Foto: Saat peluncuran Gerakan Pramuka Ekskul Wajib.
Tomohon Jadi Pelopor di Indonesia
Launching Gerakan Pramuka Sebagai Ekskul Wajib di Sekolah
Tomohon, ME
Gerakan Pramuka resmi jadi Ekstrakurikuler (Ekskul) Wajib bagi sekolah-sekolah di Kota Tomohon. Diluncurkan secara langsung oleh Wali Kota Jimmy Feidie Eman SE Ak didampingi Waki Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, dengan melepaskan balon udara Gerakan Pramuka Ekskul Wajib di Stadion Babe Palar Walian, Kamis (10/11).
Wali Kota yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) di Kota Sejuk mengatakan, kegiatan ini sebagai respon atas penghargaan Lencana Melati yang telah diberikan Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka kepada Pemerintah Kota Tomohon.
"Pendidikan kepramukaan ini dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai Ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam dan kemandirian pada peserta didik di Kota Tomohon. sebagai ektrakurikuler wajib, maka kegiatan pramuka harus diikuti oleh seluruh peserta didik," jelas Eman.
Diungkapkannya, berkaitan dengan peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, telah dilaksanakan juga proses akreditasi sekolah-sekolah di Kota Tomohon. Diketahui pada Agustus 2016, Wali Kota Tomohon menerima piagam penghargaan dari Ketua Kwarnas dengan tanda Lenacana Melati.
Kesempatan yang sama, Ketua Kwartir Daerah Sulut, Vanda Sarundajang SS (Vasung) berharap, dengan dicanangkannya Ekskul Wajib ini, pelajar anggota Pramuka di Kota Tomohon siap menjadi tunas-tunas muda generasi penerus dan calon-calon pemeimimpin Bangsa Indonesia.
"Pemerintah Kota Tomohon merupakan yang pertama me-launching Geraka Pramuka menjadi Ekskul Wajib di sekolah. Dengan di-launching-nya Ekskul Wajib ini, Kota Tomohon menjadi pelopor bagi daerah lainnya di Indonesia untuk melakukan hal yang sama," tutur Vasung saat menyampaikan sambutan.
Sementara, Ketua Kwarnas, Dr Ridjal Kotta SH MH menuturkan, pihaknya bangga kepada Pemkot Tomohon. Saat ini pemerintah pusat memberi kepercayaan kepada organisasi gerakan pramuka kaitannya dengan pendidikan karakter anak bangsa. "Setiap sekolah sudah harus menyediakan wahana bagi kegiatan kepramukaan. Jadi, tidak ada alasan tak punya kegiatan kepramukaan di sekolah," tegas Ridjal. (hendra mokorowu)



































