Wagub Hadiri Pencanangan Gerakan Pengendalian Rabies Terintegrasi


Amurang, ME

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandow menghadiri Pencanangan Gerakan Pengendalian Rabies Terintegrasi yang dilaksanakan di halaman Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) Makedonia, Desa Lopana, Kecamatan Amurang Timur, Kamis (3/11).

Pada sambutan pertama yang disampaikan Bupati Christiany Eugenia Paruntu, mengakui bahwa Minsel memang tertinggi dalam kasus rabies. Dia mengharapkan dengan kehadiran Wagub bisa membantu Minsel dari segi anggaran. Bupati mengungkapkan bahwa membutuhkan hibah dari Pemerintah Provinsi karena APBD Minsel sangat terbatas.

"Pasti dengan adanya hibah tentu akan sangat membantu Minsel," ucap Tetty sapaan familiar bupati.

Sementara itu Drh. Sri Mukartini dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI dalam sambutannya mengatakan, perlu diketahui bahwa rabies merupakan penyakit yang sangat ditakuti, karena jika tidak ditangani secara benar maka akibatnya akan menyebabkan kematian pada manusia.

"Sudah saatnya rabies harus dikendalikan secara terpadu, terintegrasi. Dimana dalam melakukan pencegahan bukan hanya dari pemerintah tetapi juga dari swasta dan masyarakat yang mempunyai kepedulian terhadap pengendalian rabies," katanya.

Setelah ini dia menuturkan apa yang menjadi pesan-pesan dari pemerintah Kabupaten Minsel maupun Provinsi Sulawesi Utara akan disampaikan ke piminan agar pengendalian rabies mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.

"Mudah-mudahan ini menjadi motivasi dari seluruh masyarakat dan jajaran pemerintahan kabupaten kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara agar lebih giat melakukan pengendalian rabies," ujar Sri Mukartini.

Wakil Gubernur, Steven Kandow dalam sambutannya mengatakan dalam penegendalian rabies harus digalakan. Dan upaya pertama yang harus diperhatikan adalah masalah anggaran baik di Dinas Kesehatan maupun Pertanian.

"Bupati tadi sudah menyampaikan perlu anggaran bantuan. Memang betul, Pak Gubernur punya target, pemerintah provinsi akan kasih hibah untuk pembagunan di daerah. Walaupun kali ini dengan undang-undang nomor 23 tahun 2014 kemarin banyak sekali kewenangan-kewenangan kabupaten kota yang dilimpahkan ke provinsi," Kandou.

Untuk upaya yang kedua dia menjelaskan harus melibatkan stakholder masyarakat. Sebagai contoh kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan gereja dan tidak di kantor bupati karena menandakan bahwa kampanye ini (pengendalian rabies) benar-benar melibatkan masyarakat.

"Gereja juga berperan aktif bahwa masyarakat harus sadar. Anak-anak juga kalau digigt anjing harus segera kasih tahu. Ternyata banyak kasus nanti sudah digigit tidak dikasih tahu. Untuk itu gereja harus libatkan. PKK juga harus libatkan," kunci Kandow.

Ikut hadir dalam kegiatani ini, Wakil Bupati (Wabup) Franky Donni Wongkar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jemmy Lampus, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Privinsi, Forkompimda Minsel, jajaran pejabat Pemkab Minsel, para Camat, Lurah serta Kumtua. (Jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors