Foto: Para dan siswa di saat acara kelulusan Tahun 2016.
SMP Gonzaga Aplikasikan Sistim Pendidikan K-13
Tomohon, ME
Satu bulan sesudah pelaksanaan sistim pendidikan Indonesia, Kurikulum 2013 (K-13) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Gonzaga Tomohon, efek posistif mulai dirasakan guru-guru dan para siswa. Kepala Sekolah, Jaclin TL Tirukan SPd menuturkan, penerapan K-13 tidak mengurangi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang tetap berlangsung dengan baik. Katanya, perubahan jadwal sekolah dari 6 menjadi 5 hari sangat terasa manfaatnya.
"Pada hari Sabtu itu ada 3 jam KBM dan kegiatan Ekstra Kurikuler atau pengembangan diri. Ketika menerapkan K-13, waktu belajar pada Sabtu itu, digeser ke hari Senin, Selasa dan Rabu. Jadi, untuk jam pulang sekolah bagi anak-anak yang sebelumnya pukul 12.40 Wita bergeser ke pukul 13.40 Wita," ungkap Tirukan belum lama ini.
Terkait bertambahnya waktu belajar tersebut, pihaknya melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum mengatur, siswa diberi kesempatan sebanyak 2 kali istirahat. Ini merupakan langkah antisipatif sekolah agar para siswa tidak mudah capek.
Dijelaskannya, sistim K-13 diterapkan SMP Gonzaga sejak 1 Oktober 2016, berdasarkan surat edaran dari yayasan dan Dinas Pendidikan Daerah Kota Tomohon. Sebelum diaplikasikan, K-13 ini disosialisasikan kepada orangtua siswa. Diakuinya, dalam rapat, orangtua siswa menunjukan respon yang baik dan mereka pun setuju.
"Keuntungan yang diperoleh dari penerapan K-13 ini luas. Terutama bagi siswa dan orangtuanya. Di hari Sabtu, siswa bisa membantu orangtua. Misalnya, bersih-bersih di rumah, ikut orangtua ke kebun ataupun bertamsya untuk refresing. Intinya, para siswa berkesempatan belajar mengenal pekerjaan di luar akademik dan terjalin keakraban dan kebersamaan dalam keluarga," urai Tirukan.
Tak hanya siswa, guru-guru pun turut merasakan dampak positifnya. Kata Tirukan, sebagian besar guru di SMP Gonzaga merupakan pengurus di geraja masing-masing. Situasi itu membuat para guru tetap dalam kesibukan walaupun di hari Minggu.
"Dengan diliburkannya hari Sabtu, guru-guru mempunyai waktu luang untuk keluarga. Pekerjaan rumah tangga bisa tuntas. Untuk guru, mereka masuk kerja jam 7 dan pulang jam 3 sore. Khusus piket, datang jam setengah tujuh. Dengan K-13, kemajuan dunia pendidikan pasti tercapai," kuncinya. (hendra mokorowu)



































