Gaji 3 Bulan Belum Dibayar, Tenaga Kontrak Setdakab Minsel Mengeluh


Amurang, ME

Puluhan tenaga kontrak Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minahasa Selatan (Minsel) mengeluh. Sudah tiga bulan ini gaji mereka tak kunjung dibayarkan. Meski belum dibayarkan mereka tetap diwajibkan untuk kerja.

Buntut dari belum dibayarnya gaji tersebut, terpaksa mereka harus mencari pinjaman dan hutang di warung untuk biaya hidup sehari-hari.

"Sampai sekarang belum ada kabar kapan torang pe gaji mo bayar. Ini sudah 3 bulan sejak bulan Juli lalu. Jujur torang so kesulitan for biaya hidup, terpaksa ba utang di warung. Sebenarnya so malo, mar terpaksa daripada nyanda mo makan. Sedangkan torang kerja seperti biasa. Kalo nyanda maso kerja torang pe gaji mo dapa potong," ucap salah satu tenaga kontak yang minta namanya tidak disebutkan, Kamis (20/10).

Yang lebih memprihatinkan lagi selain belum dibayar, gaji mereka juga di potong setengah dari gaji pokok. Kalau sebelumnya di sekretariat mendapatkan Rp 2.100.000 per bulan, dipotong menjadi Rp 1.050.000 atau. Dari informasi diperoleh pemotongan dilakukan seiring dengan kebijakan penghematan anggaran 17 persen diseluruh SKPD.

"Torang dapa info gaji dipotong setelah menandatangani kontrak baru belum lama ini. Ini baru pertama kalinya terjadi, kalau sebelumnya tandatangan kontrak per tahun. Jadi torang pe gaji so turun jauh sekali, nyanda sebanding deng torang pe ongkos kerja seperti transpor dan uang makan," keluhnya.

Senada disampaikan juga oleh tenaga kontrak di salah satu Bagian di Sekdakab. Menurutnya pemotongan dan penundaan bayar gaji berlaku disemua SKPD, bukan hanya di sekretariat. Ketika ditanyakan apakah sudah pernah menyampaikan keluhan dijawab sudah namun tidak ada respon. Sehingga saat ini pasrah sambil mencoba mencari tambahan penghasilan lain.

"So pernah tanya mar dia pe jawaban menunggu berjalannya APBD Perubahan. Jadi torang mo bilang apa, begitu juga dengan dipotongnya gaji. So kecil masih dapa potong le tu gaji," akunya.

"Mar so begitu nasib jadi honorer (tenaga kontrak). Cuma kalau boleh inga akang torang pe nasib yang juga perlu biaya hidup. Apalagi so berkeluarga perlu biaya besar," ujarnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors