Warga Ongkaw Tiga Berharap Tanggul Pengaman Pantai Segera Bangun


Sinonsayang, ME

Abrasi pantai yang terjadi di Desa Ongkaw Tiga, Kecamatan Sinonsayang menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat. Cuaca buruk yang terus melanda wilayah ini mengakibatkan jarak antara pemukiman warga dan bibir pantai semakin dekat.

"Akibat ombak dan gelombang pasang disertai angin kencang yang belum lama ini mengakibatkan pemukiman warga tergerus air laut. Saat ini jarak pantai dan pemukiman warga hanya dua meter. Hal ini membuat warga was-was karena sewaktu-waktu dapat mengancam tempat tinggal mereka," kata Hukum Tua (Kumtua) Desa Ongkaw Tiga, Muhamad Dumbela, saat memberi keterangan, Selasa (11/10)

Dia mengungkapkan, abrasi pantai yang terus terjadi semakin parah. Bahkan pada 2015 lalu ombak hampir menjangkau ratusan rumah warga yang tinggal di tepi pantai.

"Belasan tahun lalu jarak laut dan pemukiman sekitar 20 meter dibandingkan dengan sekarang hanya dua meter. Akibat dari abrasi ini,sekarang sebanyak 266 kepala keluarga (KK) yang berada tepat di pinggir pantai terancam hanyut terbawa air laut," terangnya.

Hal ini menurut dia sudah dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minsel, dimana saat ini yang menjadi prioritas adalah pembagunan tanggul pengaman agar abrasi pantai tidak meluas dan mengancam tempat tinggal warganya.

"Bulan lalu kalau tidak salah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah melakukan pengukuran kurang lebih 275 meter," jelasnya.

Dia berharap agar pembangunan tanggul dipercepat agar pemukiman warga yang ada di pesisir pantai dapat terselamatkan.

"Warga sering ketakutan jika angin barat bertiup. Jika sudah begitu banyak dari warga yang tidak berani tidur dirumah. Informasi yang kami dengar pembangunan akan dilaksanakan tahun ini. Sebagai pemerintah desa saya juga berharap tanggul tersebut segera dibuat agar masyarakat tidak was was lagi," tukasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors