Tonjolkan Keramahan, Jadilah Tuan Rumah yang Baik
Festival Pesona Selat Lembeh
Bitung, ME
Semakin dekatnya waktu penyelenggaraan Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) pada 6-10 Oktober nanti, mengharuskan pihak penyelenggara maupun tuan rumah yakni Pemeriintah Kota (Pemkot) Bitung maupun masyarakatnya, untuk mempersiapkan segala hal demi keberhasilan penyelenggaraan hajatan dimaksud.
Mau tak mau, Pemkot Bitung bersamaan dengan seluruh jajarannya harus bekerja ekstra keras. Tak pelak, tak satu pun anggota ASN/PNS beserta Tenaga Harian Lepas (THL) lingkup Pemkot Bitung yang lepas dari kerja bakti. Antara lain dengan upaya mempercantik dan memperindah tampilan wajah Kota Bitung dengan predikat 10 kali bertururt-turut menggondol Piala Adipura itu.
Staf Bagian Humas Setkot Bitung, Renaldy Ferdinand, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (29/9), membenarkan kerja bakti yang dilaksanakan demi lancarnya penyelenggaraan FPSL nanti.
”Kita turut serta dalam mensukseskan kegiatan ini. Kita juga ikut membantu pemerintah agar kegiatan ini bisa berlangsung dengan sukses dan damai. Untuk itu dari hari Rabu kemarin hingga tanggal 6 Oktober nanti, agenda kita adalah melakukan kerja bakti massal. Tujuannya, agar di waktu pelaksanaan FPSL nanti, para wisatawan yang datang bisa menikmati keindahan dan kebersihan serta rasa nyaman berada di Kota Bitung,” ujarnya.
Selain menghimbau kerja bakti, Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban,SE,M.Si, dalam setiap kesempatan formal maupun non formal, selalu mengingatkan kepada seluruh jajarannya serta masyarakat, agar bisa menjadi tuan rumah yang baik.
”Kita harus berupaya agar wisawatan yang datang di Bitung bisa merasa aman dan nyaman. Keramahan dan kesopanan yang kita tunjukkan itu, menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung di Bitung,” ujarnya.
Selain modal sumber daya alam dan berbagai potensi dan pesona pariwisata, jelasnya, keramahan kota berjuluk cakalang juga menjadi modal untuk mengantarkan keharuman nama kota ini ke pentas nasional, regional, maupun internasional.
”Jika pariwisata kita sudah dilirik dunia, maka dampaknya juga pasti kembali kepada kita. Seperti pertumbuhan ekonomi meningkat, begitupun kesejahteraan masyarakat kita,” pungkasnya. (keket)



































