Tiga Bulan Air Tidak Jalan, Pelanggan PDAM Mengeluh


Amurang, ME

Puluhan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Amurang dan Tumpaan mengeluh. Pasalnya sudah hampir tiga bulan belakangan ini jaringan instalasi mereka tidak lagi mendapatkan pasokan air bersih.

Seperti diutarakan John Goni pelanggan asal Kelurahan Lewet, Kecamatan Amurang. Dia mengungkapkan sudah tiga bulan ini tidak bisa lagi menikmati air bersih dari PDAM. Sudah berkali-kali dia melayangkan keluhannya namun sampai saat ini belum ditindaklanjut pihak PDAM.

"Sebagai pelanggan kami pertanyakan kenapa air tidak jalan. Kami merasa sangat dirugikan karena kami hanya berharap pasokan PDAM karena tidak memiliki sumur air sebagai cadangan," akunya, Kamis (29/9).

Untuk mendapatkan pasokan air bersih sebagai keperluan sehari-hari dia mengungkapkan terpaksa harus meminta ke tetangga yang mempunyai sumur.

"Bayangkan setiap hari harus minta tolong ke tetangga minta air untuk memasak dan MCK," ungkapnya.

Dia mengatakan PDAM seharusnya memberitahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga air tidak mengalir selama tiga bulan.

"Jangan buat pelanggan menderita. PDAM harus segera berupaya mengatasi masalah ini agar pelanggan tidak lagi dihadapkan dengan krisis air bersih," keluhnya.

Hal yang sama diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Harianto Suratinoyo. Dia mengatakan di daerah pemilihannya (Dapil) khusunya Kecamatan Tumpaan juga mengalami hal serupa.

"Pelanggan yang mengeluh bukan hanya di Amurang tapi di Dapil saya juga banyak yang mengeluh karena jaringan air kandang jalan. Jadi kasihan banyak masyarakat yang boleh dibilang jadi korban padahal setiap bulan membayar tagihan air," ungkap politisi partai Gerindra ini.

Dia mengatakan PDAM harus bertanggungjawab dengan apa yang terjadi. Sampai saat ini dia mengungkapkan masyarakat tidak mau tahu dan mereka hanya berpikir air tetap jalan. Karena biar bagaimanapun itu kebutuhan utama dalam kehidupan.

"Kasihan masyarakatnya. Usahakan pelayanan bagus dan tidak mengecewakan pelanggan. Masyarakat sudah melaksanakan haknya untuk membayar. Tinggal hak dari warga untuk mendapatkan air tentunya harus dipenuhi," paparnya.

Dia juga mengatakan sudah mendapatkan informasi dimana saat ini pihak PDAM sedang melakukan perbaikan jaringan pipa yang rusak. Namun dia heran proses perbaikan memakan waktu yang cukup lama dan sampai saat ini belum juga selesai diperbaiki.

"Di Tumpaan tidak bakalan air jalan satu minggu. Kasihan jika air tidak jalan. Kalau saya pribadi untung ada sumur. Tapi kalau warga lain mau ambil dimana jika tidak ada sumur atau tidak tinggal dekat aliran sungai," jelasnya.

"Dapat kita bayangkan kegelisahan masyarakat bukan hanya satu hari tapi berbulan-bulan tidak ada aliran air. Pelanggan sangat berharap PDAM secepatnya memperbaiki jaringan pipa yang rusak agar mereka tidak lagi mengeluh," tukasnya. (jerry sumarauw)



Sponsors

Sponsors